Berprestasi: Tim UM Sulap Limbah Pandan Jadi Material Aerostruktur


Story by Universitas Negeri Malang

Senin, 22 Jun 2026 17:22 WIB
Mahasiswa Teknik Mesin UM menunjukkan inovasi berbasis sumber daya lokal menjadi solusi bagi industri sekaligus mendorong lahirnya teknologi yang berkelanjutan
Prestasi UM Menjadi Bukti Bahwa Mahasiswa UM Memiliki Kualitas Riset Yang Profesional
Jakarta -

Universitas Negeri Malang (UM) kembali membuktikan daya saingnya di tingkat nasional melalui inovasi riset berbasis keberlanjutan. Tim Pandan Bali dari Program Studi S1 Teknik Mesin Fakultas Teknik UM berhasil meraih Juara II kategori Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTI-M) dalam ajang Chemistry Fun Days (CFD) 2026 yang diselenggarakan Universitas Padjadjaran di Jatinangor, Sabtu (6/6/2026).

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kualitas riset mahasiswa UM mampu bersaing dengan berbagai perguruan tinggi unggulan di Indonesia. Di tengah ketatnya kompetisi nasional, tim yang beranggotakan Abiyu Ramadan (angkatan 2023), Muhammad Ramdan Hakim (2024), dan Gesang Tarbiatul Ihsan (2025) berhasil menarik perhatian dewan juri melalui gagasan inovatif pemanfaatan limbah biomassa lokal menjadi material ramah lingkungan bernilai tinggi.

Ketua tim, Abiyu Ramadan, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa UM memiliki kompetensi yang setara dengan mahasiswa dari kampus-kampus terbaik di Indonesia.

“Pastinya senang dan bangga karena kompetitornya berasal dari universitas-universitas top di Indonesia. Dari situ kami merasa bahwa mahasiswa UM juga mampu bersaing dan menunjukkan kualitas yang tidak kalah kompeten. Alhamdulillah, usaha yang kami lakukan selama berbulan-bulan bisa membuahkan hasil dengan meraih juara dua,” ujarnya.

Dalam kompetisi tersebut, Tim Pandan Bali mengusung penelitian berjudul Pemanfaatan Serat Pandan Bali dengan Perlakuan Alkali untuk Aplikasi Komponen Aerostruktur. Penelitian ini menawarkan solusi inovatif melalui pemanfaatan serat pandan Bali sebagai material komposit alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan material sintetis konvensional.

Serat pandan Bali dipilih karena merupakan limbah tanaman lanskap yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui proses perlakuan alkali, karakteristik mekanik serat mengalami peningkatan sehingga berpotensi digunakan sebagai material aerostruktur yang ringan, kuat, ekonomis, dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar menghasilkan karya ilmiah, penelitian ini memberikan manfaat nyata bagi pengembangan teknologi material di Indonesia. Inovasi tersebut membuka peluang pemanfaatan limbah biomassa lokal sebagai bahan baku industri bernilai tambah tinggi, sekaligus mendukung upaya pengurangan ketergantungan terhadap material sintetis yang kurang ramah lingkungan.

Abiyu menjelaskan bahwa pemilihan serat pandan Bali didasarkan pada besarnya potensi limbah yang tersedia dan minimnya pemanfaatan yang dilakukan selama ini.

“Kami ingin menghadirkan alternatif material baru dari biomassa lokal yang selama ini belum banyak dilirik. Harapannya, serat pandan Bali dapat menjadi salah satu opsi material komposit yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi,” jelasnya.

Proses penelitian berlangsung selama tiga hingga empat bulan. Tim harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari cuaca yang memengaruhi proses pengeringan material hingga padatnya aktivitas akademik saat ujian akhir semester dan program magang berlangsung bersamaan. Namun, melalui pembagian tugas yang terstruktur, komunikasi yang baik, dan disiplin dalam mencapai target penelitian, seluruh tahapan riset dapat diselesaikan secara optimal.

Keunggulan karya Tim Pandan Bali tidak hanya terletak pada ide inovatifnya, tetapi juga pada kekuatan data eksperimen yang komprehensif serta fokus penelitian yang jelas terhadap aplikasi aerostruktur. Pendekatan tersebut menjadi nilai tambah yang membedakan karya mereka dari peserta lain dan memperkuat relevansi penelitian terhadap kebutuhan industri masa depan.

Capaian ini sekaligus mempertegas komitmen UM dalam membangun ekosistem riset yang berdampak bagi masyarakat. Keberhasilan mahasiswa Teknik Mesin UM menunjukkan bahwa inovasi berbasis sumber daya lokal dapat menjadi solusi bagi tantangan industri sekaligus mendorong lahirnya teknologi yang lebih berkelanjutan.

Prestasi Tim Pandan Bali juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Pemanfaatan limbah daun pandan Bali menjadi material komposit bernilai tinggi menunjukkan upaya nyata dalam mengembangkan inovasi teknologi yang mendukung efisiensi sumber daya, ekonomi sirkular, dan pengurangan limbah lingkungan.

Melalui pencapaian ini, UM kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan prestasi akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. Ke depan, penelitian tersebut berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung kebutuhan industri manufaktur dan material maju berbasis sumber daya lokal Indonesia.