Belanja Wisatawan Mengetat, Begini Strategi Bisnis Raup Cuan Libur Sekolah 2026


Sabtu, 27 Jun 2026 23:42 WIB
Belanja wisatawan nusantara semakin selektif di libur sekolah 2026. Pelaku usaha perlu adaptasi dengan strategi bundling dan fokus pada destinasi dekat.
Foto: shutterstock
Jakarta -

Belanja wisatawan nusantara yang makin selektif membuka peluang besar di musim libur sekolah 2026, asalkan pelaku usaha jeli membaca pergeseran perilaku konsumen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2026 tercatat 5,61 persen secara tahunan, dengan lapangan usaha akomodasi serta makan dan minum tumbuh paling tinggi mencapai 13,14 persen. Angka itu menegaskan mobilitas wisata sebagai salah satu mesin konsumsi paling diandalkan, dan musim liburan sekolah adalah jendela terbesarnya.


Pola belanja konsumen bergeser. Data Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per perjalanan wisatawan nusantara turun dari sekitar Rp2,57 juta pada 2023 menjadi Rp2,31 juta pada 2024, sementara total pergerakannya tetap masif di angka lebih dari satu miliar perjalanan setahun. Konsumen tetap berlibur, tetapi makin menghitung nilai tiap rupiah.


Strategi penetapan harga bernilai atau value pricing menjadi penentu. Destinasi rekreasi keluarga seperti The Jungle Waterpark di Bogor, misalnya, merespons dengan paket bundling yang menggabungkan tiket masuk, fasilitas tambahan, hingga voucher aktivitas olahraga dalam satu harga. Pendekatan ini menjawab keinginan keluarga akan kepastian biaya sekaligus pengalaman yang terasa lebih utuh.


Kenapa Strategi Bundling Efektif Menarik Keluarga?


Bundling mengubah cara konsumen menilai harga. Alih-alih membandingkan tiket per item, keluarga menilai satu paket sebagai pengalaman lengkap sehingga keputusan membeli terasa lebih ringan. Bagi bisnis, paket semacam ini menaikkan nilai transaksi rata-rata tanpa membuat pelanggan merasa boros, sebuah keseimbangan yang sulit dicapai lewat diskon polos. Strategi ini berlaku bagi pengelola destinasi besar sekaligus UMKM kuliner dan jasa transportasi lokal di sekitar lokasi wisata.


Kolaborasi lintas pelaku usaha memperkuat efek ini. Ketika sebuah destinasi menggandeng UMKM sekitar untuk menyusun paket bersama, keduanya berbagi arus pengunjung yang sama dan menekan biaya akuisisi pelanggan. Pemerintah pun mendorong arah serupa lewat kampanye Belanja di Indonesia Aja Holiday and Back to School 2026 yang berlangsung 8 Juni hingga 12 Juli 2026 dan menyatukan ritel, pusat perbelanjaan, hingga UMKM dalam satu gerakan belanja nasional.


Bagaimana Wisata Jarak Dekat Mengubah Peta Peluang?

Pergeseran berikutnya datang dari jarak. Data tahun 2025 menunjukkan perjalanan antarkabupaten atau antarkota dalam satu provinsi mendominasi hingga 67,7 persen dari total pergerakan wisatawan nusantara. Keluarga makin memilih destinasi yang dekat, hemat waktu tempuh, dan ramah anggaran. Bagi pelaku usaha, pasar utama berada di halaman sendiri.


Bisnis berskala lokal kini punya keunggulan yang dulu sulit dimiliki. Sebuah waterpark di pinggiran kota dan kedai kopi dekat tempat wisata sama-sama memperebutkan wisatawan yang tinggal di radius serupa. Pemenangnya adalah yang paling cepat mengemas penawaran sesuai kebutuhan keluarga setempat dan mengomunikasikannya dengan jelas.


Liburan Sekolah sebagai Uji Coba Daya Saing Bisnis

Musim liburan sekolah berfungsi sebagai laboratorium strategi. Dalam rentang waktu yang relatif panjang, pelaku usaha bisa menguji paket baru dan mengukur respons harga sebelum membangun basis pelanggan yang berpotensi kembali sepanjang tahun. Kabupaten Sleman, misalnya, memproyeksikan perputaran uang hingga Rp1,26 triliun selama masa liburan sekolah 2026, gambaran nyata seberapa besar nilai ekonomi yang bisa ditangkap bila penawaran disusun dengan cermat.


Wisatawan yang makin cermat mendorong bisnis berpikir lebih kreatif soal nilai. Mereka yang mampu menerjemahkan efisiensi anggaran menjadi penawaran yang relevan akan menang di musim liburan dan sepanjang tahun berikutnya.


Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.

(kep/kep)