Jangan Rugi Jual Emas! Selisih Buyback Bisa Tembus Ratusan Ribu per Gram


Sabtu, 27 Jun 2026 00:13 WIB
Spread harga emas melebar hingga Rp 260 ribu per gram, mengakibatkan kerugian bagi penjual. Pelajari cara menghindari kerugian saat menjual emas.
Foto: Istimewa
Jakarta -

Selisih antara harga jual dan harga beli kembali emas, yang dikenal sebagai spread, sempat melebar di atas Rp 260 ribu per gram pada Juni 2026 seiring tekanan pasar global. Angka ini langsung memotong hasil yang diterima pemilik emas saat mencairkan simpanannya. Banyak orang baru menyadari kerugian itu setelah transaksi selesai, ketika uang yang masuk jauh di bawah perkiraan.


Persoalan terbesar bukan pada spread resmi, melainkan pada praktik penetapan harga yang tidak transparan di sebagian toko konvensional. Penjual sering menerima penawaran berdasar taksiran visual, bukan pengukuran kadar dan berat yang terukur. Akibatnya, perhiasan warisan atau logam mulia bisa dihargai di bawah nilai pasar sebenarnya tanpa penjual tahu dasar perhitungannya. Pada emas bernilai puluhan juta rupiah, selisih kecil per gram menumpuk menjadi kerugian yang besar.


Mengapa Penjual Emas Sering Mendapat Harga Lebih Rendah?

Toko emas menetapkan margin sebagai penyangga risiko karena harga bisa bergerak turun setelah mereka membeli. Standar di banyak toko menempatkan harga beli kembali sekitar empat persen di bawah harga acuan saat itu, dan potongan bisa lebih dalam jika penjual tidak menawar. Ketika penjual tidak membandingkan penawaran, selisih ratusan ribu rupiah per gram lenyap begitu saja. Sebuah simulasi sederhana menggambarkannya: pada emas 20 gram, selisih Rp 100 ribu per gram berarti Rp 2 juta yang hilang hanya karena salah memilih tempat menjual.


Komponen lain yang sering luput adalah pajak. Mengacu pada ketentuan PMK Nomor 48 Tahun 2023, penjualan kembali emas batangan dengan nilai di atas Rp 10 juta dikenakan potongan pajak penghasilan. Penjual yang tidak memperhitungkan hal ini akan terkejut melihat dana akhir yang diterima lebih kecil dari hitungan kasarnya. Kondisi barang menambah lapisan berikutnya. Emas yang penyok, kemasan terbuka, atau sertifikat tidak lengkap kerap dipakai sebagai alasan menekan harga, padahal teknologi verifikasi modern dapat mengukur kadar emas tanpa merusak barang sehingga taksiran tidak perlu bergantung pada penilaian sepihak.


Bagaimana Menghindari Kerugian Saat Menjual Emas?

Langkah paling dasar adalah memahami harga pasar emas pada hari transaksi. Anda bisa mengecek harga acuan harian dari sumber resmi sebelum mendatangi pembeli. Setelah itu, bandingkan penawaran dari beberapa pihak dan pilih yang memberi harga mengikuti nilai pasar dengan proses penimbangan terbuka. Layanan pembeli emas profesional yang menampilkan dasar penawaran secara jelas, seperti I Love Emas yang mulai berkembang di sejumlah kota, memberi ruang tawar yang lebih adil bagi penjual.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha dan Konsumen?

Transparansi harga emas berdampak langsung pada perputaran uang masyarakat. Bagi UMKM yang mengandalkan emas sebagai cadangan modal, selisih harga yang adil berarti modal kerja yang utuh saat dicairkan. Bagi konsumen, edukasi soal spread dan kadar mendorong pasar emas yang lebih sehat dan kompetitif. Pasar yang transparan menumbuhkan kepercayaan, dan kepercayaan inilah yang menjaga emas tetap menjadi instrumen lindung nilai pilihan jutaan rumah tangga Indonesia.
Mengenali cara kerja harga emas sebelum menjual adalah perlindungan paling murah yang bisa Anda miliki di tengah pasar yang bergerak cepat.


Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.

(kep/kep)