Daftar Isi
Bisnis travel umrah memiliki potensi ekonomi yang besar di Indonesia. Perputaran uang dari ibadah umrah diperkirakan mencapai Rp60 triliun hingga Rp66 triliun, sedangkan ibadah haji berada di kisaran Rp18 triliun. Besarnya nilai tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha di sektor perjalanan ibadah, akomodasi, transportasi, perlengkapan jemaah, hingga penyediaan kebutuhan selama perjalanan.
Besarnya pasar ini mendorong penyelenggara perjalanan berlomba menawarkan nilai tambah, mulai dari kepastian izin, kualitas akomodasi, hingga skema pembayaran yang lebih ringan. Pameran perjalanan menjadi salah satu kanal favorit untuk menjangkau calon jemaah. Dalam ASTINDO Muslim Friendly Travel Fair 2026 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, pada 16 hingga 18 Oktober, NRA Group menawarkan potongan hingga Rp2 juta ditambah diskon Rp500 ribu, lengkap dengan penerbangan langsung dan hotel berbintang dekat Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Apa Saja Peluang Bisnis dalam Ekosistem Umrah?
Ekosistem umrah melibatkan rantai usaha yang panjang. Selain penyelenggara perjalanan, ada maskapai, hotel, penyedia visa, asuransi, katering, hingga jasa manasik. Di dalam negeri, permintaan juga mengalir ke pelaku UMKM yang memproduksi perlengkapan ibadah, busana muslim, koper, dan oleh-oleh khas.
Pelaku UMKM dapat memanfaatkan momentum ini dengan menjalin kemitraan bersama biro perjalanan resmi. Contohnya, pemasok perlengkapan umrah yang mengemas produknya dalam paket siap pakai bagi jemaah, atau usaha katering yang melayani kegiatan manasik dan syukuran keberangkatan. Model kerja sama business to business seperti ini memberi kepastian pesanan yang lebih stabil dibandingkan berjualan eceran.
Kepadatan pasar juga terlihat dari jumlah pemainnya. Kementerian Haji dan Umrah mencatat sekitar 43.363 calon jemaah dari 439 penyelenggara perjalanan ibadah umrah dijadwalkan berangkat pada periode Maret hingga pertengahan April 2026 saja. Angka ini menggambarkan betapa ramainya aktivitas usaha di sektor ini dalam hitungan minggu, sekaligus besarnya kebutuhan akan layanan pendukung yang andal, mulai dari logistik perlengkapan hingga layanan pembayaran dan pembiayaan perjalanan.
Bagaimana Strategi Promo Pameran Mendorong Keputusan Pembeli?
Pameran memberi ruang bagi calon jemaah untuk membandingkan paket secara langsung dalam satu lokasi. Bagi penyelenggara, momen ini efektif untuk mengonversi minat menjadi transaksi lewat promo terbatas waktu dan insentif pelunasan di tempat. Strategi tersebut relevan diterapkan bisnis jasa lain yang bernilai transaksi tinggi, seperti properti, pendidikan, atau otomotif.
Kuncinya terletak pada kepercayaan. Untuk produk yang dibayar jauh sebelum dinikmati, konsumen membutuhkan bukti legalitas, transparansi biaya, dan kejelasan fasilitas. Pelaku usaha yang mampu menunjukkan ketiganya cenderung lebih mudah memenangkan persaingan harga. Rekam jejak keberangkatan dan ulasan jemaah sebelumnya juga makin sering menjadi bahan pertimbangan calon pembeli.
Bagaimana Prospek Bisnis Travel Umrah ke Depan?
Prospek bisnis travel umrah tetap menjanjikan selama permintaan jemaah terus tumbuh. Tantangannya datang dari persaingan yang makin ketat, perubahan regulasi, dan dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah yang dapat memengaruhi jadwal penerbangan. Penyelenggara yang memiliki manajemen risiko dan arus kas yang sehat akan lebih siap menghadapi gejolak.
Bagi pelaku usaha, besarnya perputaran uang di sektor ini membuka banyak pintu kolaborasi. Mereka yang mampu membangun kepercayaan konsumen dan memperkuat jaringan kemitraan berpeluang mendapatkan porsi yang lebih besar dari pasar ibadah yang terus berkembang.
Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.
(srz/srz)