Stok Sering Habis? Ini Cara Menentukan Safety Stock untuk Seller


Kamis, 24 Sep 2026 17:10 WIB
Cara menentukan safety stock membantu seller menjaga ketersediaan barang dengan menyesuaikan stok cadangan berdasarkan karakter produk.
Foto: Ilustrasi susu UHT / Stok UHT di toko Bumi Mas Raya Banjarmasin. (Khairun Nisa/detikKalimantan)
Jakarta -

Cara menentukan safety stock adalah menghitung stok cadangan dari selisih antara penjualan tertinggi dan penjualan normal selama waktu tunggu pasokan, lalu menyimpannya sebagai penyangga. Konsep ini makin penting karena jumlah penjual di e-commerce terus bertambah. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian UMKM mencatat sekitar 12,2 juta dari 30,2 juta unit usaha aktif sudah berjualan melalui platform e-commerce. Di pasar yang semakin ramai, pembeli mudah berpindah ke toko lain ketika barang yang dicari sedang kosong.

Menentukan stok sebaiknya dimulai dari data, bukan tebakan. Kumpulkan catatan penjualan tiga hingga enam bulan terakhir, lalu hitung rata-rata penjualan harian dan penjualan tertinggi untuk setiap produk. Kelompokkan produk berdasarkan kecepatan perputarannya, karena produk yang laku setiap hari membutuhkan perhatian lebih besar dibanding produk yang terjual sesekali. Terakhir, catat lead time, yaitu jumlah hari sejak pesanan dikirim ke pemasok hingga barang tiba di tempat Anda.

Bagaimana Cara Menentukan Safety Stock dengan Rumus yang Mudah Dipakai Seller?

Rumus paling sederhana mengurangkan hasil kali penjualan harian tertinggi dan lead time terlama dengan hasil kali penjualan harian rata-rata dan lead time rata-rata. Sebagai ilustrasi, anggap sebuah produk rata-rata terjual 20 unit per hari dengan puncak 30 unit per hari. Pemasok biasanya mengirim dalam 7 hari, tetapi pernah terlambat hingga 10 hari. Safety stock-nya adalah 30 dikali 10 dikurangi 20 dikali 7, yaitu 160 unit.

Angka itu dipakai untuk menentukan reorder point, yaitu titik stok saat Anda harus memesan ulang. Rumusnya adalah penjualan harian rata-rata dikali lead time rata-rata, ditambah safety stock. Pada contoh tadi, 20 dikali 7 ditambah 160 menghasilkan 300 unit. Ketika stok tinggal 300, pemesanan ulang dilakukan sehingga barang tetap tersedia meski pasokan terlambat atau permintaan melonjak. Seller yang terbiasa dengan statistik dapat memakai pendekatan lain, yaitu nilai Z dikali simpangan baku permintaan harian dikali akar lead time, dengan Z sekitar 1,65 untuk target ketersediaan 95 persen.

Kenapa Safety Stock Perlu Disesuaikan dengan Karakter Produk?

Safety stock yang terlalu besar memang bisa menjaga ketersediaan barang, tetapi juga membuat modal lebih banyak tertahan. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat biaya logistik nasional mencapai 14,29 persen dari PDB pada 2023, yang mencakup biaya transportasi, persediaan dan pergudangan, serta administrasi. Meski angka tersebut berskala nasional, biaya penyimpanan tetap perlu diperhitungkan oleh seller. Selain membutuhkan ruang gudang, stok yang terlalu banyak juga berisiko rusak atau kedaluwarsa dan membuat dana usaha tertahan.

Karena itu, atur safety stock berbeda untuk tiap kelompok produk. Produk andalan dengan margin baik dan permintaan stabil layak memiliki penyangga lebih tebal. Produk musiman atau yang trennya cepat berubah sebaiknya diberi penyangga tipis agar tidak menumpuk setelah momentum lewat. Tinjau angkanya setiap bulan karena penjualan dan lead time terus berubah.

Apa Kebiasaan yang Menjaga Stok Tetap Sehat ke Depan?

Kebiasaan yang membantu antara lain mencocokkan stok di sistem dengan hitungan fisik secara berkala, menjual barang yang masuk lebih dulu, dan mencatat setiap keterlambatan pemasok agar lead time terlama selalu diperbarui. Seller yang disiplin pada tiga hal ini akan memiliki data yang makin akurat sehingga rumus di atas semakin bisa diandalkan.

Cara menentukan safety stock pada akhirnya adalah latihan membaca data sendiri. Seller yang mengubah catatan penjualan menjadi angka pemesanan ulang akan lebih tenang menghadapi lonjakan permintaan dan lebih hemat modal.

Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.

(srz/srz)