WDT, singkatan dari We Did This, berada di area courtyard yang memberi suasana berbeda dari keramaian di luar. Begitu masuk, pengunjung akan menemukan coffee bar dan area duduk yang dibuat lebih santai.
Namun, suasana yang santai bukan berarti urusan kopinya dibuat seadanya. WDT menempatkan specialty coffee sebagai fondasi utama, dengan perhatian cukup ketat pada pemilihan biji kopi yang digunakan.
Specialty Coffee Tanpa Harus Terasa Rumit
Biji kopi di WDT dikurasi dengan mempertimbangkan kualitas, karakter rasa, konsistensi, hingga cara penyajiannya. Proses di balik bar dibuat serius, tetapi pengalaman di depan bar justru ingin dibuat lebih mudah didekati.
Pengunjung yang ingin membahas biji kopi, profil rasa, atau metode seduh bisa menggali lebih jauh bersama barista. Namun, mereka yang hanya ingin datang dan menikmati kopi juga tak perlu merasa harus memahami istilah-istilah specialty coffee terlebih dahulu.
WDT Coffee Hadir Dengan Konsep Concrete Industrial Minimalist |
Prinsipnya sederhana: standar kopinya tetap dijaga, sementara cara menikmatinya tidak perlu dibuat rumit.
Dari Dirty Coco sampai Tea Cloud
Pendekatan tersebut juga terlihat pada pilihan menu WDT. Selain sajian yang memberi ruang bagi karakter biji kopi untuk tampil, ada Dirty Coco, Mont Blanc, WDT Bomb, dan Sea Salt Latte yang menawarkan pengalaman rasa berbeda.
WDT juga menambah dua pilihan baru, Tea Cloud dan Ube Matcha. Tea Cloud menggunakan green tea sebagai dasar dengan lapisan krim di bagian atas. Sementara Ube Matcha memadukan matcha dengan ube yang lembut dan creamy.
Kehadiran menu non-kopi itu bukan berarti WDT meninggalkan identitasnya sebagai specialty coffee shop. Sebaliknya, pilihan tersebut dibuat agar orang dengan preferensi minuman berbeda tetap bisa menikmati pengalaman yang sama di WDT.
Kenapa Namanya We Did This?
Nama We Did This lahir dari gagasan bahwa secangkir kopi tidak pernah dikerjakan oleh satu orang. Ada petani, pengolah kopi, roaster, barista, hingga akhirnya pelanggan yang menikmatinya.
Kata 'we' kemudian menjadi bagian penting dari identitas WDT. Bukan hanya tentang orang-orang yang bekerja di balik secangkir kopi, tetapi juga tentang orang yang datang, kembali, membawa teman, dan ikut membentuk keseharian tempat tersebut.
Ingin Tumbuh Lebih dari Kedai Kopi
Ke depan, WDT tidak ingin pengembangannya berhenti pada format kedai kopi. Kopi tetap menjadi jantungnya, tetapi WDT juga ingin membuka ruang bagi desain, produk, makanan, kolaborasi, dan komunitas.
Gagasannya bukan sekadar menjadi jaringan kedai dengan banyak cabang, melainkan membangun WDT sebagai sebuah brand yang tetap memiliki karakter meski berkembang ke format yang lebih luas.
Untuk saat ini, cerita itu masih bermula dari sebuah courtyard di Pluit. Tempat orang bisa datang untuk specialty coffee yang dikerjakan dengan serius, tanpa harus merasa sedang mengikuti kelas kopi.
WE MAKE. WE SHARE. WE DID THIS!
Informasi WDT Coffee
Instagram: @wdtcoffee.id
Alamat : Jl. Pluit Kencana Raya No 20, RT 19 RW 6, Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta 14450
