Daftar Isi
Manfaat QRIS antarnegara bagi pelaku usaha juga terlihat dari penjualan yang tidak lagi hilang, yaitu pembeli yang batal belanja karena tidak membawa mata uang setempat. Penjual oleh-oleh di Central Market, Kuala Lumpur, bercerita bahwa dulu sebagian jamaah umrah asal Indonesia tidak berbelanja karena tidak bisa membayar dengan rupiah. Kini wisatawan Indonesia menjadi pelanggan nomor satu di tokonya, dan pembayaran lintas negara membuat mereka tidak perlu lagi mencari penukaran uang.
Data Bank Indonesia menunjukkan transaksi QRIS antarnegara terus berkembang di sejumlah negara mitra, termasuk Jepang, Malaysia, Thailand, dan Singapura. Transaksi dari wisatawan asing di Indonesia juga tercatat lebih tinggi dibanding transaksi warga Indonesia saat berbelanja di luar negeri. Kondisi ini menjadi peluang bagi pelaku usaha yang sudah siap menerima pembayaran melalui QRIS antarnegara.
Berapa Penjualan yang Hilang Ketika Pembayaran Tersendat?
Belum ada angka resmi yang mengukur penjualan batal akibat hambatan pembayaran, sehingga pelaku usaha perlu menghitung sendiri. Catat selama satu minggu berapa pembeli yang menanyakan metode bayar lain atau pergi setelah mengetahui pilihan pembayaran terbatas, lalu kalikan dengan rata-rata belanja per transaksi. Hasilnya memberi gambaran biaya yang selama ini tidak tercatat di laporan laba rugi. Bagi usaha yang melayani rombongan, satu bus yang tidak jadi berbelanja bisa berarti banyak transaksi hilang sekaligus.
Kenapa Kesiapan Merchant Menentukan Manfaat QRIS Antarnegara?
Kepala Perwakilan BI Singapura menilai peningkatan kesadaran menjadi kunci dalam mendorong penggunaan QRIS antarnegara, baik bagi pengguna maupun pelaku usaha. Merchant dapat aktif memberi tahu wisatawan bahwa metode pembayaran tersebut bisa digunakan. Transaksi di Singapura yang masih di bawah Malaysia juga sejalan dengan perbedaan jumlah wisatawan, menunjukkan bahwa penggunaan QRIS antarnegara turut mengikuti mobilitas masyarakat.
Upaya meningkatkan awareness juga dapat diterapkan pelaku usaha di dalam negeri. Informasi dalam bahasa Inggris, stiker QRIS di area pembayaran, hingga mencantumkan metode pembayaran di media sosial dapat membantu wisatawan mengetahui opsi yang tersedia. Bagi UMKM di kawasan wisata, kesiapan melayani pembeli asing dapat menjadi bagian dari strategi untuk mengubah arus wisatawan menjadi peluang penjualan.
Apa yang Harus Disiapkan Sebelum Koridor Baru Terbuka?
Koridor QRIS antarnegara sudah mencakup Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China. BI juga menyampaikan pada 22 Juli 2026 bahwa pembicaraan lanjutan dengan India, Arab Saudi, dan Hong Kong masih berjalan, tanpa kepastian kapan kesepakatan tercapai. Karena itu, perencanaan pelaku usaha perlu bertahap.
Persiapan yang realistis dimulai dari hal dasar. Pastikan QRIS usaha aktif dan mudah dipindai, latih staf melayani pembeli asing, rapikan katalog dan harga, serta pantau riwayat transaksi untuk mengetahui asal pembeli. Usaha yang sudah siap saat koridor baru dibuka tidak perlu membenahi sistem dari awal ketika permintaan datang.
Manfaat QRIS antarnegara bagi pelaku usaha akan terasa bagi mereka yang menyiapkan diri lebih awal. Setiap koridor baru menambah pembeli potensial, dan setiap hambatan bayar yang dihapus menambah peluang transaksi.
Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.
(srz/srz)