Jenis-Jenis Invoice: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Penggunaannya dalam Bisnis


Sabtu, 11 Jul 2026 23:50 WIB
Invoice adalah dokumen tagihan resmi yang mencatat transaksi antara penjual dan pembeli. Pelajari jenis invoice dan cara memilih yang tepat untuk bisnis Anda.
Foto: Getty Images/Pekic
Jakarta -

Apa Itu Invoice?

Invoice adalah dokumen tagihan resmi yang diterbitkan penjual kepada pembeli untuk mencatat rincian transaksi sekaligus meminta pembayaran atas barang atau jasa yang telah disepakati. Dokumen ini menjadi salah satu instrumen administrasi paling dasar dalam bisnis, mulai dari usaha rumahan hingga perusahaan skala besar. Di tengah dorongan pemerintah mempercepat digitalisasi UMKM, Kementerian Perdagangan mencatat sekitar 25 juta pelaku usaha telah onboarding ke platform digital dari target 30 juta UMKM go digital. Administrasi yang rapi, termasuk penerbitan invoice yang tepat jenis, menjadi bagian penting dari proses naik kelas tersebut karena berpengaruh langsung pada kelancaran arus kas dan kepatuhan pajak.


Jenis-Jenis Invoice yang Umum Digunakan

Dalam praktiknya, invoice hadir dalam berbagai bentuk sesuai tahap transaksi dan kebutuhan pencatatan. Memahami perbedaan tiap jenis membantu Anda memilih dokumen yang sesuai dengan karakter bisnis dan menghindari kesalahan administrasi.

Proforma Invoice

Proforma invoice adalah dokumen penawaran awal yang diterbitkan sebelum transaksi resmi terjadi. Dokumen ini belum bersifat final dan berfungsi sebagai estimasi harga serta syarat transaksi agar pembeli dapat menyetujui kesepakatan sebelum pesanan diproses.

Commercial Invoice

Commercial invoice adalah dokumen final yang lazim dipakai dalam perdagangan ekspor-impor. Dokumen ini memuat rincian barang, kuantitas, dan harga, serta menjadi dasar bagi otoritas bea cukai untuk menghitung pajak dan bea masuk atas barang yang diperdagangkan antarnegara.


Sales Invoice

Sales invoice merupakan jenis invoice standar untuk transaksi penjualan domestik. Dokumen ini paling sering digunakan pelaku UMKM dalam operasional harian karena mencatat detail barang atau jasa, harga satuan, dan total tagihan kepada pembeli.


Tax Invoice (Faktur Pajak)

Tax invoice atau faktur pajak diterbitkan Pengusaha Kena Pajak sebagai bukti pemungutan Pajak Pertambahan Nilai. Sejak penerapan sistem Coretax, penerbitan faktur pajak terintegrasi penuh dengan data pelaporan Direktorat Jenderal Pajak, dan akses pembuatannya dapat dinonaktifkan bila kewajiban perpajakan tidak dipenuhi secara tertib. (Ketentuan detail kriteria penonaktifan ini perlu verifikasi ke sumber resmi DJP sebelum dijadikan rujukan kebijakan internal.)


Credit Invoice

Credit invoice diterbitkan ketika penjual memberikan pengurangan terhadap tagihan yang sudah ada, misalnya akibat retur barang, kesalahan harga, atau diskon susulan. Dokumen ini mengurangi jumlah yang wajib dibayarkan pembeli dari invoice sebelumnya.


Debit Invoice

Berbeda dari credit invoice, debit invoice diterbitkan saat terdapat tambahan tagihan di luar invoice awal, seperti biaya tambahan yang belum tercatat atau kekurangan pembayaran dari transaksi sebelumnya.


Recurring Invoice

Recurring invoice dipakai untuk transaksi yang berulang secara berkala, seperti layanan berlangganan bulanan atau tahunan. Sistem penagihan biasanya menerbitkan dokumen ini secara otomatis pada interval waktu yang telah ditentukan.


Interim Invoice

Interim invoice adalah tagihan bertahap yang diterbitkan sepanjang berjalannya proyek jangka panjang. Penagihan dilakukan sesuai capaian atau milestone tertentu sebelum keseluruhan proyek rampung.


Final Invoice

Final invoice diterbitkan setelah proyek atau pesanan selesai sepenuhnya. Dokumen ini merangkum seluruh nilai transaksi, termasuk sisa pembayaran setelah dikurangi nilai interim invoice yang sudah dilunasi sebelumnya.


Timesheet Invoice

Timesheet invoice umum digunakan oleh penyedia jasa berbasis jam kerja, seperti konsultan atau pekerja lepas. Nilai tagihan dihitung dari jumlah jam kerja yang tercatat dikalikan tarif per jam yang disepakati.


Perbedaan Setiap Jenis Invoice

Perbedaan mendasar antar jenis invoice terletak pada tiga hal, yaitu sifat dokumen, waktu penerbitan, dan fungsi hukumnya. Proforma bersifat sementara sebagai penawaran, sementara commercial dan final invoice bersifat mengikat sebagai dokumen final. Dari sisi waktu, sebagian invoice diterbitkan di muka, sebagian bertahap sesuai progres, dan sebagian lagi di akhir transaksi. Tax invoice memiliki fungsi hukum tambahan karena berkaitan langsung dengan kewajiban pajak, berbeda dari jenis lain yang lebih berfokus pada aspek penagihan komersial.


Cara Memilih Jenis Invoice yang Tepat

Pemilihan jenis invoice sebaiknya disesuaikan dengan karakter transaksi Anda. Untuk transaksi satu kali, sales invoice atau commercial invoice umumnya sudah cukup. Bisnis dengan pelanggan berlangganan lebih tepat menggunakan recurring invoice, sementara proyek besar yang berjalan bertahap membutuhkan kombinasi interim dan final invoice. Jika status usaha Anda sudah berstatus Pengusaha Kena Pajak, penerbitan tax invoice menjadi kewajiban yang tidak bisa dilewatkan pada setiap transaksi kena pajak.

Informasi yang Harus Ada dalam Invoice

Sebuah invoice yang sah dan mudah diproses idealnya memuat identitas lengkap penjual dan pembeli, nomor invoice yang unik, tanggal penerbitan, serta tanggal jatuh tempo pembayaran. Rincian barang atau jasa perlu dicantumkan bersama harga satuan, subtotal, komponen pajak jika berlaku, dan total tagihan akhir. Instruksi metode pembayaran turut penting agar pembeli dapat menyelesaikan kewajibannya tanpa kebingungan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Invoice

Kesalahan paling umum adalah penomoran invoice yang tidak konsisten sehingga sulit ditelusuri saat rekonsiliasi keuangan. Banyak pelaku usaha juga lupa mencantumkan tanggal jatuh tempo, membuat pembeli tidak memiliki kepastian waktu pembayaran. Kesalahan hitung pajak, penyimpanan dokumen yang tidak rapi, serta keterlambatan pengiriman invoice turut menjadi penyebab arus kas bisnis tersendat karena pembayaran ikut mundur.


Memahami jenis invoice yang tepat menjadi fondasi bagi arus kas yang sehat dan kepatuhan pajak yang terjaga, jauh melampaui sekadar urusan administrasi harian. Pelaku usaha yang tertib dalam penerbitan dokumen ini akan lebih siap menghadapi audit maupun ekspansi bisnis ke depan.


Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.

(kep/kep)