20 Tahun Bangun Pendidikan Entrepreneurship, Universitas Ciputra Hadir di Jakarta


Story by Universitas Ciputra

Minggu, 30 Aug 2026 09:04 WIB
Dua dekade kembangkan pendidikan entrepreneurship, Universitas Ciputra resmi hadir di Jakarta mulai Sept 2026 di bawah pimpinan Prof. Christina Eviutami
Foto: Dok Universitas Ciputra
Jakarta -

Setelah lebih dari dua dekade mengembangkan pendidikan berbasis entrepreneurship, Universitas Ciputra (UC) memasuki babak baru melalui kehadiran Universitas Ciputra Jakarta. Mulai September 2026, UC Jakarta resmi beroperasi dengan Prof. Christina Eviutami Mediastika, S.T., Ph.D. sebagai Campus Director dan Winarto Poernomo, S.E., M.M. sebagai Vice Campus Director for Operational Affairs.

Kehadiran di Jakarta bukan sekadar perluasan geografis. Universitas Ciputra membawa pendekatan pendidikan entrepreneurship yang telah dikembangkan selama lebih dari 20 tahun ke dalam konteks baru-ketika Generative Artificial Intelligence (GenAI), transformasi industri, dan perubahan cara bekerja menuntut perguruan tinggi mempersiapkan mahasiswa secara berbeda.

Momentum tersebut ditandai melalui pengukuhan kepemimpinan Universitas Ciputra Jakarta pada 29 Agustus 2026.

Gen AI Menjadi Bagian dari Proses Pembelajaran

Foto Dok Universitas CiputraFoto Dok Universitas Ciputra

Universitas Ciputra melihat perkembangan kecerdasan buatan bukan sebagai sesuatu yang harus dijauhkan dari mahasiswa, melainkan teknologi yang perlu dipahami dan dimanfaatkan secara kritis dan bertanggung jawab.

Generative AI telah diadopsi dalam proses pembelajaran dan berbagai tugas mahasiswa. Mahasiswa didorong tidak sekadar menggunakan GenAI untuk mencari jawaban, tetapi memanfaatkannya untuk mengeksplorasi gagasan, meningkatkan produktivitas, mengembangkan kreativitas, menguji berbagai alternatif, serta menciptakan solusi.

Prof. Wirawan E.D. Radianto, Rektor Universitas Ciputra, menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah kompetensi yang dibutuhkan lulusan perguruan tinggi. Pendidikan perlu mempersiapkan mahasiswa bukan hanya untuk memahami teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk menciptakan nilai.

Foto Dok Universitas CiputraFoto Dok Universitas Ciputra

Arah tersebut memperkuat filosofi pendidikan Universitas Ciputra yang menempatkan entrepreneurship bukan hanya sebagai kemampuan mendirikan bisnis, tetapi sebagai pola pikir untuk melihat peluang, mengambil inisiatif, beradaptasi terhadap perubahan, dan menciptakan solusi.

Dengan pendekatan tersebut, teknologi dan entrepreneurship menjadi bekal mahasiswa untuk menghadapi dunia profesional yang semakin dipengaruhi AI dan perubahan teknologi.

Prof. Christina Mediastika, Profesor Akustik dengan Perspektif Global

Babak baru UC Jakarta juga ditandai dengan pengukuhan Prof. Christina Eviutami Mediastika sebagai Campus Director.

Prof. Christina memiliki kepakaran di bidang akustika arsitektur, bidang keilmuan dengan jumlah profesor yang masih sangat terbatas di Indonesia. Kiprah akademik dan riset telah membawanya ke 56 negara, termasuk melalui kegiatan research fellowship, visiting professor, assesor FIBAA & ACQUIN, diseminasi hasil riset, dan sebagai organizing committee di berbagai forum internasional.

Pengalaman tersebut memberikan perspektif global dalam kepemimpinannya di UC Jakarta-membangun kampus yang kuat secara akademik sekaligus terbuka terhadap perkembangan teknologi, kolaborasi lintas disiplin, dan perubahan kebutuhan masyarakat.

Prof. Denny Bernardus, Board Director Ciputra Group sekaligus Sekretaris Yayasan Ciputra Pendidikan, mengatakan kepemimpinan Prof. Christina menjadi bagian penting dalam membangun fondasi UC Jakarta.

"Universitas Ciputra Jakarta dibangun dengan membawa pengalaman dan fondasi yang telah dikembangkan Universitas Ciputra selama lebih dari dua dekade. Standar akademik, kualitas pembelajaran, serta budaya entrepreneurship yang telah menjadi bagian dari UC akan menjadi pijakan untuk terus berkembang di Jakarta," ujarnya.

Bagi Prof. Christina, Jakarta sendiri dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa.

"Entrepreneurship bukan hanya tentang mendirikan bisnis, tetapi tentang cara berpikir untuk melihat peluang, menciptakan solusi, berani mengambil inisiatif, dan memberikan dampak. Semangat inilah yang ingin terus kami kembangkan melalui UC Jakarta," ujarnya.

Mahasiswa UC Jakarta diharapkan tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga berinteraksi dengan perusahaan, entrepreneur, profesional, pemerintah, komunitas, dan berbagai institusi untuk melihat persoalan dan peluang secara langsung.

Kampus Twin Tower 16 Lantai, Kapasitas hingga 10.000 Mahasiswa

Keseriusan Universitas Ciputra membangun kehadirannya di Jakarta diwujudkan melalui investasi pada gedung, teknologi, infrastruktur, dan fasilitas pembelajaran.

Universitas Ciputra Jakarta menempati gedung twin tower setinggi 16 lantai yang dirancang dengan kapasitas hingga 10.000 mahasiswa. Kampus dikembangkan bukan sekadar sebagai tempat perkuliahan, tetapi sebagai ekosistem yang mendukung pembelajaran, kolaborasi, aktivitas mahasiswa, praktik, hingga interaksi dengan dunia profesional.

Fasilitas kampus mencakup auditorium, lapangan basket, area parkir indoor, serta perpustakaan berkonsep baru dengan lebih banyak ruang diskusi dan collaborative learning, menyesuaikan perubahan cara generasi baru belajar dan bekerja.

UC Jakarta juga dilengkapi berbagai fasilitas pembelajaran khusus, antara lain thematic learning pods, Limbo Photo Studio Lab, serta Integrated Kitchen and Restaurant Lab, untuk mendukung pembelajaran berbasis praktik, eksperimen, kreativitas, dan kolaborasi lintas bidang.

Teknologi turut diterapkan pada aspek keamanan kampus. Akses gedung didukung face recognition gate, sementara lebih dari 200 CCTV ditempatkan di berbagai area untuk mendukung sistem keamanan gedung.

Seluruh fasilitas tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya datang untuk mengikuti perkuliahan, tetapi memiliki ruang untuk berdiskusi, bereksperimen, mengembangkan proyek, membangun jejaring, dan mengubah gagasan menjadi sesuatu yang nyata.

Bagian dari Ekosistem Ciputra International

UC Jakarta berada di kawasan terpadu Ciputra International yang juga mencakup dua office tower dan dua apartment tower, membentuk ekosistem yang mempertemukan lingkungan pendidikan, bisnis, dan residensial. Kawasan ini didukung keamanan 24 jam serta memiliki akses yang relatif dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, memberikan kemudahan konektivitas bagi mahasiswa, dosen, dan mitra UC Jakarta.

Membawa 20 Tahun Entrepreneurship ke Babak Berikutnya

Pengukuhan kepemimpinan UC Jakarta menandai babak baru perjalanan Universitas Ciputra dalam memperluas kontribusinya bagi pendidikan tinggi Indonesia.

Setelah lebih dari dua dekade mengembangkan pendidikan entrepreneurship, Universitas Ciputra membawa pengalaman tersebut ke Jakarta dengan tiga kekuatan utama: pembelajaran yang telah mengadopsi GenAI, kepemimpinan dengan pengalaman akademik dan perspektif global, serta investasi pada kampus dan fasilitas pembelajaran generasi baru.

Dengan dimulainya operasional pada September 2026, UC Jakarta diarahkan menjadi ruang pertemuan antara pendidikan, entrepreneurship, teknologi, dan ekosistem profesional Jakarta.

Bagi Universitas Ciputra, kehadiran di Jakarta bukan sekadar menambah lokasi pendidikan. Tujuannya adalah mempersiapkan generasi yang tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi mampu menggunakan teknologi, membaca peluang, menciptakan solusi, dan memberikan dampak bagi masyarakat.