Tren otomotif dalam negeri kini diramaikan dengan penambahan variasi serta modifikasi. Para antusias motor saat ini sangat akrab dengan BiLED, Projie, dan tambahan variasi lainnya.
Namun di balik tren ini terdapat sebuah tantangan, yakni apakah kebutuhan akan daya motor yang sudah tercukupi oleh aki?
Sebagian orang kurang memperhatikan apakah beban variasi yang dipasang sudah sesuai dengan kemampuan spul, kiprok, dan aki. Beban arus yang tidak bisa ditampung oleh part kelistrikan motor tentu akan menyebabkan terjadinya korsleting atau rusaknya variasi. Oleh karena itu penting untuk memilih spul serta kiprok yang tepat, begitu pun dengan aki motor.
Beberapa tanda berikut bisa menjadi indikasi aki motor mulai kewalahan menampung beban variasi:
● Lampu BiLED atau projie terlihat redup saat mesin idle atau rpm rendah, meski normal saat digas.
● Klakson bunyinya melemah dibanding sebelum pasang variasi.
● Motor makin berat saat di-starter elektrik, terutama pagi hari atau setelah beberapa hari tidak dipakai.
● Aki cepat tekor lagi meski baru saja di-charge atau baru diganti.
● Tercium bau terbakar atau panas berlebih di area kelistrikan, tanda awal korsleting akibat beban berlebih.
Saat ini, aki motor berteknologi Nano-Gel menjadi salah satu rekomendasi terbaik di pasaran. Aki ini hadir membawa keunggulan yang mampu menutupi kekurangan jenis aki motor konvensional lainnya. Sebagai perbandingan, aki basah dikenal memiliki kelemahan pada tingkat penguapannya yang tinggi.
Sementara itu, pada kategori aki kering dan aki gel, umumnya memiliki keterbatasan pada nilai Cold Cranking Ampere (CCA) yang tergolong rendah. Teknologi Nano-Gel hadir sebagai solusi karena menawarkan keunggulan ganda: mampu menghasilkan CCA yang besar sekaligus menjaga tingkat penguapan tetap sangat rendah.
Oleh sebab itu, motor-motor dengan variasi sangat tepat menggunakan aki Nano-Gel sebagai pilihan utama. Aki Nano-Gel sendiri adalah teknologi pertama yang diciptakan oleh Dynavolt dengan tujuan untuk menghasilkan power terbaik untuk motor.
Tidak hanya memiliki CCA besar, aki Nano-Gel Dynavolt juga dibekali dengan fitur self-discharge rendah, yang mana penguapan daya aki sangat rendah saat aki tidak terpakai. Berkat fitur ini, masa pakai aki Nano-Gel Dynavolt lebih panjang dan awet bila dibandingkan dengan aki konvensional.
Selain Kuat untuk Variasi, Dynavolt Juga Teruji di Dunia Otomotif Dalam & Luar Negeri
Pembalap Manuel Gonzalez Tim Dynavolt IntactGP & Felix Putra Mulya dari tim ProGP Nitiracing |
Aki Nano-Gel Dynavolt telah dipakai di lebih dari 90 negara. Dynavolt juga aktif menjadi sponsor MotoGP melalui tim Dynavolt Intact GP di kelas Moto2 dan Moto3, serta tim di World Superbike (WSBK).
Selain Nano-Gel, Dynavolt juga memiliki varian lainnya yakni Lithium dan Sodium Ion. Aki Lithium Dynavolt sendiri turut dipakai oleh tim Niti Racing di kompetisi World Sportbike (WSPB), dengan Felix Putra Mulya sebagai pembalap bernomor 27.
“Di WSSP300 (jubu WSPB), kami pakai aki Lithium Dynavolt, tapi di motor sehari-hari juga pakainya aki Dynavolt. Bisa dilihat sendiri performa kami saat balap selalu maksimal. Untuk pakai harian pun mantap ya powernya, soalnya CCA aki Dynavolt juga besar” tegas Felix.
Tidak hanya di luar negeri, aki Dynavolt juga aktif memberikan dukungan pada tim balap nasional, sekolah balap nasional, serta engine builder tanah air. Inilah bukti kecintaan Dynavolt untuk perkembangan otomotif tanah air.
Oleh karena itu, bila ingin mendapatkan pengalaman motoran dengan tenaga paling maksimal, pilih dan gunakan aki Dynavolt sekarang. Tidak hanya cocok untuk motor balap, motor harian standar dan juga variasi pun bisa lebih maksimal dengan aki Dynavolt.
Akinya Rider Kelas Dunia |
Rasakan motor Easy Start N Go dengan checkout produk aki Dynavolt di e-commerce, tersedia di Blibli, Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop. Cari tahu juga informasi lebih lanjut mengenai produk, testimoni, dan informasi lainnya di Instagram @Dynavolt.Ind, TikTok Dynavolt.Ind, atau di website resmi Dynavolt.co.id.

