Biaya Operasional Membebani UMKM, Ini Celah dalam Susun Anggaran


Jumat, 21 Aug 2026 15:30 WIB
Pemerintah tidak menaikkan tarif listrik nonsubsidi, namun UMKM tetap harus cermat menghitung total biaya kepemilikan untuk efisiensi.
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Pemerintah menetapkan tarif listrik nonsubsidi periode Juli-September 2026 tidak naik, namun kepastian ini bukan jaminan biaya operasional pelaku usaha akan ikut turun. Bagi UMKM di sektor kuliner, ritel, hingga jasa administrasi, konsumsi listrik harian tetap jadi pos pengeluaran yang sensitif terhadap fluktuasi ke depan, sementara kebutuhan dokumen dan perangkat kantor terus bertambah seiring skala usaha yang membesar.

Banyak pelaku usaha menyusun anggaran tahunan dengan fokus pada biaya bahan baku, sewa, dan gaji, sementara belanja modal untuk perangkat kantor sering luput dari evaluasi mendalam. Padahal beberapa distributor resmi seperti PT Trijata Nusa (TRITANU), yang memasarkan lini printer multifungsi Sharp Seri BP-22M, mencatat bahwa perangkat kantor generasi terbaru kini dirancang dengan standar efisiensi energi ENERGY STAR serta fitur hemat daya, sebuah detail teknis yang jarang masuk pertimbangan saat UMKM berbelanja peralatan kerja.

Kenapa Biaya Operasional Kecil Seperti Listrik Kantor Bisa Menggerus Margin Usaha?

Sekretaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia pernah menekankan bahwa kenaikan tarif listrik otomatis mendorong ongkos produksi naik, yang pada akhirnya memaksa pelaku usaha menaikkan harga jual atau menekan margin. Pola yang sama berlaku untuk konsumsi listrik dari perangkat kantor seperti mesin cetak dan pemindai yang menyala sepanjang jam operasional. Selisih konsumsi daya yang tampak kecil per unit bisa terakumulasi signifikan dalam setahun, terutama bagi usaha dengan volume dokumen tinggi seperti kantor notaris, agen properti, atau penyedia jasa administrasi.

Bagaimana UMKM Bisa Menghitung Total Biaya Kepemilikan, Bukan Hanya Harga Beli Perangkat?

Kesalahan umum saat belanja perangkat kantor adalah hanya membandingkan harga beli di muka tanpa memperhitungkan total biaya kepemilikan selama masa pakai. Konsumsi listrik, biaya perawatan rutin, serta kebutuhan ruang kantor untuk beberapa mesin terpisah semuanya menambah beban operasional jangka panjang. Perangkat multifungsi dengan sertifikasi hemat energi dan fitur pembaruan firmware otomatis membantu menekan biaya perawatan karena mengurangi kebutuhan intervensi teknisi secara berkala. Bagi UMKM yang sedang menyusun proyeksi arus kas, perhitungan semacam ini juga memudahkan saat mengajukan pembiayaan, karena lembaga keuangan menilai efisiensi biaya operasional sebagai indikator kelayakan usaha.

Perhitungan total biaya kepemilikan idealnya mencakup periode tiga hingga lima tahun ke depan, bukan hanya tahun pertama pembelian. Dalam rentang waktu itu, selisih konsumsi daya antara perangkat standar dan perangkat bersertifikasi hemat energi bisa menutup sebagian besar selisih harga beli di awal. Faktor ruang kantor juga layak dihitung, karena satu perangkat multifungsi yang menggantikan tiga mesin terpisah otomatis membebaskan area yang bisa dialihkan untuk kebutuhan operasional lain, mulai dari penyimpanan stok hingga ruang kerja tambahan bagi tim yang berkembang.

Apa Peluang bagi UMKM yang Mulai Serius Mengevaluasi Belanja Modal Kantor?

Ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap tumbuh positif meski dibayangi tekanan biaya energi dan bahan baku. Pelaku usaha yang mampu mengelola pos belanja modal secara cermat, termasuk perangkat kantor yang tampak sepele, akan memiliki ruang gerak lebih besar untuk menyerap kenaikan biaya di pos lain. Evaluasi belanja modal semacam ini menjadi bagian dari kesiapan UMKM menghadapi siklus ekonomi yang terus berubah, sekaligus penghematan yang terasa dalam jangka pendek maupun panjang. Ke depan, kebiasaan menghitung total biaya kepemilikan akan makin relevan seiring meningkatnya kompleksitas operasional bisnis kecil dan menengah di Indonesia.

Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.

(srz/srz)