Industri perjalanan bukan lagi soal siapa yang punya paket termurah. Hari ini, yang lebih menentukan justru bagaimana cara pelaku usaha menjangkau calon pelanggan di banyak titik sekaligus.
Konsumen makin jarang membeli secara impulsif. Mereka membandingkan harga, mencari rekomendasi, membaca ulasan, hingga datang langsung ke pameran. Artinya, pendekatan satu kanal saja sudah tidak cukup.
Di sinilah strategi pemasaran lintas kanal (omnichannel marketing) menjadi kunci,menggabungkan event offline, promosi digital, hingga interaksi personal dalam satu ekosistem pengalaman pelanggan.
Pendekatan ini makin relevan, terutama di sektor travel dan perjalanan religi yang keputusan belinya cenderung bernilai besar dan dipertimbangkan matang.
Kenapa Satu Kanal Tak Lagi Efektif?
Perilaku konsumen berubah cepat:
- Cari info di media sosial
- Bandingkan harga di marketplace/travel site
- Datang ke pameran untuk tanya detail
- Baru memutuskan beli setelah merasa yakin
Artinya, perjalanan pembelian (customer journey) kini panjang dan berlapis.
Jika brand hanya hadir di satu titik, misalnya hanya online atau hanya pameran, peluang konversi bisa terlewat.
Peran Event Offline Masih Kuat
Meski digital mendominasi, event fisik seperti travel fair tetap punya daya tarik tersendiri.
Alasannya sederhana untuk produk bernilai besar seperti umrah atau haji, kepercayaan adalah faktor utama. Bertemu langsung, berdiskusi, melihat detail paket, hingga negosiasi harga sering kali menjadi penentu keputusan akhir.
Contohnya terlihat dalam partisipasi berbagai agen perjalanan di ajang ASTINDO Travel Fair 2026, termasuk NRA Group yang menghadirkan promo umrah dan diskon haji. Kehadiran di event semacam ini bukan sekadar jualan di tempat, tetapi membuka ruang interaksi langsung dengan calon jamaah yang sudah punya niat beli.
Di fase ini, event berfungsi sebagai:
- sarana edukasi produk
- membangun kredibilitas
- sekaligus mendorong transaksi cepat
Digital Jadi Penguat, Bukan Pengganti
Namun, event saja tidak cukup. Di luar pameran, konsumen tetap membutuhkan:
- mengecek reputasi brand di Google
- membaca testimoni
- memantau promo di media sosial
- atau berkonsultasi via WhatsApp
Karena itu, kanal digital berperan sebagai penguat kepercayaan sekaligus perpanjangan komunikasi.
Strategi yang sering dipakai pelaku usaha:
- iklan media sosial untuk awareness
- website untuk detail paket
- chat/CRM untuk follow-up
- remarketing untuk mengingatkan calon pembeli
Kombinasi inilah yang membuat brand tetap "hadir" bahkan setelah event selesai.
Peluang untuk UMKM & Agen Skala Kecil
Strategi lintas kanal bukan hanya milik perusahaan besar. UMKM travel atau agen kecil pun bisa menerapkannya dengan cara sederhana:
- ikut pameran atau bazar komunitas
- aktif di Instagram/TikTok untuk edukasi paket
- manfaatkan WhatsApp Business untuk follow-up
- kumpulkan database pelanggan
Biayanya relatif terjangkau, tapi dampaknya signifikan jika dijalankan konsisten. Kuncinya bukan di jumlah kanal, melainkan keterhubungan antar kanal.
Hadir di Banyak Titik, Bukan Sekadar Jualan
Pemasaran hari ini bukan lagi soal "menawarkan", melainkan menemani proses berpikir konsumen.
- Event membangun kepercayaan.
- Digital menjaga komunikasi.
- Promo menjadi pemicu keputusan.
Ketika semua terintegrasi, peluang konversi jauh lebih besar.
Bagi pelaku usaha travel, hospitality, maupun UMKM jasa lainnya, pendekatan lintas kanal bisa menjadi fondasi pertumbuhan yang lebih berkelanjutan, bukan hanya lonjakan penjualan sesaat.
Pantau terus FYB detikcom untuk insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan ekonomi yang bisa jadi inspirasi strategi usaha kamu
(srn/srn)