Australia-Indonesia Silk Connect Hub Usung Sutra Eri & Batik Berkelanjutan


Story by Australian Alumni Grant

Rabu, 28 Oct 2026 16:27 WIB
Delapan karya mahasiswa desain fesyen dan tekstil dari University of Technology Sydney dan Universitas Ciputra Surabaya, serta alumni Australia, Janet Teowarang
Dok: Fikri Dumai Hullah
Jakarta -

Setelah sukses menyelenggarakan peragaan busana dan sesi presentasi di Brisbane dalam program Australian Alumni Grant 2024 Round 1, Janet Teowarang kembali terpilih sebagai penerima hibah pada tahun ini.

Dalam rangka Australian Alumni Grant 2026, akan diselenggarakan peragaan busana sekaligus peluncuran AUID (Australia + Indonesia Silk Connect Hub) di Jakarta, Indonesia, melalui kolaborasi dengan University of Technology Sydney (UTS), Universitas Ciputra Jakarta, dan Universitas Ciputra Surabaya.

Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan acara bertajuk "Fashion Diplomacy of Peace Silk and Botanical Batik from East Java", yang diselenggarakan pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 13.30-16.00 WIB, bertempat di Jakarta Fashion Hub, Jl. Teluk Betung No. 33, RT. 4/RW.1, Kb. Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10230.

Program dana hibah ini mengeksplorasi inovasi Sutra Eri Indonesia, yaitu metode produksi sutra yang cruelty-free, yang dikembangkan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Program ini juga mengeksplorasi integrasi campuran serat buatan (man-made fibre blends) dalam pembuatan tekstil sutra untuk meningkatkan kenyamanan saat dikenakan, sebagai bagian dari upaya mengembangkan warisan tekstil Indonesia menuju praktik fesyen yang lebih berkelanjutan.

Tekstil Sutra Eri Indonesia yang dikembangkan dalam program ini menggunakan pewarna alami berbasis tumbuhan serta teknik batik buatan tangan.

Foto Dok: IstimewaDok: Fikri Dumai Hullah

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan Sutra Eri Indonesia kepada audiens yang lebih luas di Indonesia melalui kolaborasi antara akademisi fesyen dari Australia dan Indonesia, membangun fondasi awal platform Australia + Indonesia Silk Connect, serta mendorong dialog antara perwakilan pemerintah Australia dan Indonesia, desainer dan brand fesyen, media fesyen, akademisi, serta para profesional industri yang memiliki perhatian terhadap inovasi tekstil berkelanjutan dan kolaborasi lintas budaya.

Dalam peragaan ini ditampilkan delapan karya mahasiswa desain fesyen dan tekstil dari University of Technology Sydney dan Universitas Ciputra Surabaya, serta karya alumni Australia, Janet Teowarang.

Karya tekstil dan desain fesyen dari mahasiswa Bachelor of Design (Honours), University of Technology Sydney didesain oleh Jada Bondoc, Mia McFall, dan Myles Lambert. Sementara itu, karya dari mahasiswa Fashion Design and Business Universitas Ciputra Surabaya ini didesain oleh Karen Patricia Sutikno dan Silfany Apritalia Chandra.

Material tekstil yang digunakan berupa Sutra Eri hasil kombinasi serat dengan Viscose Rayon dari Asia Pacific Rayon, berupa tenun Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang diproduksi oleh KaIND dengan menggunakan pewarna alami yang bersumber dari bahan-bahan lokal serta batik buatan tangan yang dikembangkan melalui pendekatan kontemporer.

Inspirasi utama karya Jada, Mia, dan Myles berasal dari latar belakang dan warisan budaya masing-masing. Sementara itu, Karen dan Silfany mengangkat motif batik khas Kabupaten Pasuruan, seperti bunga sedap malam dan bunga krisan, yang kemudian dikembangkan dengan interpretasi yang lebih modern.

Pada kesempatan yang sama, turut diluncurkan platform AU+ID Silk Connect, patform ini dikembangkan untuk mendukung industri fesyen Australia dengan membuka peluang kolaborasi jangka panjang bersama produsen sutra Indonesia, mendorong mobilitas pendidikan, serta memfasilitasi inovasi bersama yang dapat terus berkembang melampaui periode pelaksanaan proyek.

Melalui platform tersebut, diharapkan dapat terbentuk hubungan kolaboratif yang berkelanjutan dan jangka panjang antara Australia dan Indonesia.

Kegiatan diplomasi fesyen ini merefleksikan upaya untuk memperkuat kemitraan akademik antara Australia dan Indonesia, sekaligus mendorong penerapan prinsip keberlanjutan dalam industri fesyen dan tekstil global.

Kegiatan ini didanai melalui Australian Alumni Grants, yang dikelola oleh Australia Awards in Indonesia.

Mitra Kegiatan:

Universitas Ciputra Jakarta
Universitas Ciputra Surabaya
University of Technology Sydney
Jakarta Fashion Hub