Pameran Haji dan Umrah Buka Peluang Bisnis, Target Transaksi Rp5 Triliun


Rabu, 28 Oct 2026 18:12 WIB
Pameran haji dan umrah membuka peluang bisnis bagi UMKM.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pameran BSI International Expo 2026 yang digelar pada 23-25 Oktober di Jakarta International Convention Center mencatat nilai transaksi Rp5,38 triliun, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp2,6 triliun. Acara ini menarik 65.800 pengunjung dan menghadirkan 426 tenant dari berbagai subsektor industri halal dan UMKM. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pameran dapat menjadi kanal penjualan sekaligus sarana bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen secara langsung.

Skema penilaiannya membuat peserta bersaing pada penjualan nyata. Dalam gelaran tersebut, NRA Group Tour and Travel meraih predikat Top Spender 1 berkat nilai penjualan terbanyak lewat transaksi menggunakan Bank Syariah Indonesia, dengan penghargaan senilai Rp20 juta. Bagi pelaku usaha, pencapaian seperti itu menunjukkan bahwa kepercayaan calon pelanggan dapat dibangun langsung di tempat, lewat tatap muka dan informasi yang jelas.

Seberapa Besar Pasar yang Digerakkan Ekonomi Haji dan Umrah?

Skala ekonomi haji dan umrah di Indonesia cukup besar. Perputaran uang dari penyelenggaraan ibadah haji diperkirakan mencapai Rp18 triliun, sedangkan jika umrah turut diperhitungkan, nilainya dapat mencapai Rp60 triliun hingga Rp66 triliun. Pada 2025, Indonesia memberangkatkan sekitar 1,6 juta jemaah umrah dan 203 ribu jemaah haji. Besarnya aktivitas ini membuka peluang bagi berbagai sektor usaha, termasuk layanan keuangan dan bisnis pendukung kebutuhan jemaah.

Bagi UMKM, perputaran sebesar ini membuka pintu ke rantai pasok yang panjang. Kemenhaj menyebut peluang keterlibatan UMKM dalam penyediaan atribut jemaah, konsumsi, dan oleh-oleh. Dari sisi penyedia perjalanan, setiap kebutuhan jemaah yang terlayani dengan baik berpotensi mendorong usaha pendukung ikut tumbuh.

Bagaimana Pembayaran Digital Mempercepat Transaksi di Sektor Perjalanan Ibadah?

Penyedia layanan keuangan menghadirkan kanal pembayaran digital di area pameran dan mendorong penggunaan Kartu Kredit Indonesia sebagai alternatif pembayaran bagi pengunjung. Mengingat biaya perjalanan ibadah relatif besar, pilihan pembayaran yang praktis dapat membantu calon jemaah menyelesaikan transaksi. Pelaku usaha yang menyediakan beragam metode pembayaran dapat mempermudah proses pembelian sekaligus mengurangi hambatan saat pelanggan mengambil keputusan.

Pameran juga menjadi ruang bagi penyedia perjalanan untuk berkomunikasi langsung dengan calon jemaah mengenai paket, fasilitas, dan persiapan keberangkatan. Informasi yang jelas dan transparan membantu calon pelanggan memahami layanan yang ditawarkan sebelum menentukan pilihan.

Apa yang Bisa Dipelajari Pelaku Usaha dari Tren Ini?

Pelajaran utamanya ada pada pola kerja: hadir di ruang yang dikunjungi pembeli siap bertransaksi, menyiapkan penjelasan produk yang mudah dipahami, dan memberi opsi pembayaran yang praktis. Pola tersebut berlaku untuk travel, kuliner, fashion, maupun jasa lain yang menjual produk bernilai besar. Pelaku UMKM yang belum siap mengikuti pameran besar bisa memulainya dari bazar komunitas atau acara mitra perbankan, lalu mencatat jumlah transaksi dan pertanyaan pengunjung untuk memperbaiki penawaran berikutnya. Catatan transaksi yang rapi juga membantu bisnis menilai kanal mana yang paling efisien.

Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.

(srz/srz)