Daftar Isi
Kebutuhan hunian yang belum terpenuhi di Indonesia mencapai 9,64 juta rumah tangga pada 2025, menunjukkan kesenjangan kepemilikan hunian masih menjadi persoalan di Indonesia. Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan akan hunian dengan harga yang lebih terjangkau tetap menjadi peluang bagi pengembang untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan pilihan rumah dengan skema pembayaran lebih ringan.
Salah satu contohnya adalah CitraRaya Jambi yang menghadirkan tipe hunian Michelia dengan harga mulai Rp300 jutaan dan angsuran sekitar Rp2 jutaan per bulan. Kawasan terpadu ini dikembangkan di area seluas 1.000 hektare dengan konsep Eco Culture yang mempertahankan sekitar 70 persen area terbuka hijau.
Kenapa Hunian Terjangkau dengan Konsep Hijau Semakin Dibutuhkan?
Data BPS menyebutkan kebutuhan hunian yang belum terpenuhi di perkotaan hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan di pedesaan, kesenjangan yang menuntut pengembang menghadirkan opsi hunian dengan skema pembiayaan lebih ringan.
Sektor properti pada 2026 diprediksi tumbuh cukup positif, dengan sektor pariwisata, lifestyle, dan Food and Beverage turut mendorong permintaan hunian di berbagai kota. Konsep hunian yang menggabungkan keterjangkauan harga dengan kualitas lingkungan menjadi daya tarik yang semakin dicari konsumen di luar kota-kota besar seperti Jakarta.
Bagaimana Fasilitas Kawasan Bisa Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal?
Kawasan terpadu yang dilengkapi fasilitas lengkap, mulai dari pusat kuliner, sekolah, klinik, hingga area rekreasi, turut menciptakan aktivitas ekonomi baru di sekitarnya. Kehadiran fasilitas terbaru seperti taman wisata Wonderland seluas 10.000 meter persegi di dalam kawasan CitraRaya Jambi berpotensi menyerap tenaga kerja lokal sekaligus menarik kunjungan dari luar kawasan.
Pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan akses tol dan kedekatan dengan perguruan tinggi turut memperkuat posisi ekonomi suatu wilayah, karena mempermudah mobilitas penghuni sekaligus menarik minat investasi dari sektor pendidikan, kesehatan, dan ritel di sekitarnya.
Apa Peluang bagi Sektor Properti di Luar Pulau Jawa?
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat 5,29 persen pada kuartal II 2026 menurut BPS menjadi salah satu indikator yang memengaruhi daya beli masyarakat terhadap properti, termasuk di kota-kota di luar Jabodetabek seperti Jambi. Pengembang yang mampu menghadirkan hunian terjangkau dengan fasilitas kawasan lengkap berpeluang menangkap permintaan yang belum sepenuhnya terpenuhi di daerah.
Model kawasan terpadu yang menggabungkan hunian terjangkau, ruang hijau, dan fasilitas publik lengkap ini bisa menjadi solusi jangka panjang untuk menekan angka backlog perumahan. Kedekatan kawasan dengan Universitas Jambi dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi turut membuka peluang permintaan hunian dari kalangan tenaga pendidik maupun keluarga mahasiswa. Lokasi yang dekat dengan Exit Tol Pijoan juga memudahkan mobilitas penghuni menuju pusat kota, faktor yang kerap menjadi pertimbangan utama konsumen sebelum membeli hunian di luar pusat kota besar.
Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.
(srz/srz)