Jason, David, Gerald, dan Darren adalah siswa SMAK 5 PENABUR yang tergabung dalam tim "KitKat Extreme". Terbentuk lewat ekstrakurikuler mekatronika di sekolah, keempat siswa mengikuti kompetisi R4M (Robot for Mission) Basic tingkat nasional untuk jenjang SMA.
Diselenggarakan pada 25-26 April 2026 di Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Bandung, kompetisi diikuti oleh 329 tim yang terdiri 3-4 pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
Usai berjuang melalui berbagai rintangan dalam kompetisi tersebut, Jason dan kawan-kawan akhirnya berhasil membawa pulang medali emas.
"Saya dan David sudah pernah mengikuti kompetisi ini pada tahun sebelumnya, sedangkan Gerald dan Darren masuk ke dalam tim berdasarkan hasil seleksi di sekolah lewat ekstrakurikuler mekatronika.
Untuk tahun ini, masing-masing anggota tim memiliki peran masing-masing, saya berperan sebagai kapten dan coder yang bertugas mengkoordinasikan jalan, David sebagai builder yang bertugas mengembangkan ide kerangka robot sekaligus pemain robot A, Gerald sebagai coder dan pemain line follower, sedangkan Darren sebagai builder dan pemain robot B." jelas Jason.
Jason dan kawan-kawan mulai mempersiapkan diri satu bulan jelang pertandingan, mulai dari proses running, penyusunan strategi, hingga simulasi kondisi lomba, yang didukung penuh oleh guru-guru di sekolah.
"Selama proses persiapan kesulitannya adalah mengatur jadwal antar anggota tim agar bisa bertemu untuk latihan jelang pertandingan. Saat proses running emosi juga kurang terkontrol, tetapi itu semua dapat kami atasi. Komunikasi, kerja sama, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis semakin terasah lewat berbagai tantangan yang dilalui." ujar Jason.
Saat pertandingan, tim "KitKat Extreme" asal SMAK 5 PENABUR ini, harus merancang robot secara langsung di lokasi lomba. Setelah robot selesai dibuat, tim menggunakan robot tersebut untuk melakukan berbagai misi yang sudah ditentukan panitia.
"Tujuan tiap tim adalah mendapatkan poin setinggi-tingginya melalui penyelesaian mission serta menyelesaikan secepat mungkin. Kami membuat beberapa jenis robot yang memiliki fungsi untuk menyelesaikan misi yang berbeda-beda dan disesuaikan dengan kerangka robotnya." tutur Jason.
Jason dan kawan-kawan merasa bahagia sekali dan merasa tidak menyangka berhasil meraih medali emas dalam kompetisi ini.
"Tadinya kami berharap masuk podium saja, tetapi tidak disangka kita berhasil berdiri di paling atas podium." ungkap Jason.
Apa itu ekstrakurikuler mekatronika?
SMAK 5 PENABUR membentuk ekstrakurikuler mekatronika sejak tahun 2023 untuk melatih siswa berpikir komputasional dan memecahkan masalah dengan cara membangun komunikasi dan saling bekerja sama dalam tim untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
"Ekstrakurikuler mekatronika adalah perpaduan antara robotika dan coding. Melalui robotika, siswa dilatih tidak hanya building robot tetapi mengenal juga komponen pendukungnya, sedangkan coding siswa dilatih untuk berpikir secara logika serta mampu menganalisis dan memecahkan permasalahan yang ada." jelas Budiasih, Kepala SMAK 5 PENABUR.
Budiasih menuturkan peminat ekstrakurikuler mekatronika sedikit demi sedikit bertambah setiap tahunnya.
Jason berpesan kepada teman-teman pelajar lainnya untuk mulai belajar STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) dalam rangka menghadapi perkembangan teknologi di dunia yang terus berkembang pesat.
"Setiap anak bisa mempelajari mekatronika dan tidak membutuhkan hard skill khusus. Jika tekun mendalami banyak nilai positif yang bisa didapatkan, seperti kerja sama, kebersamaan, kedisiplinan, ketangguhan, dan tentunya wawasan seputar building & coding." tutur Jason.
SMAK 5 PENABUR terletak di Jalan Hibrida Raya Blok QA-3, Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240. Informasi selengkapnya klik tautan berikut iniĀ https://psbjakarta.bpkpenabur.or.id/