ASFW 2026 : UM Jadi Magnet Desainer Muda Indonesia dan Asia


Story by Universitas Negeri Malang

Minggu, 10 May 2026 13:00 WIB
Program Studi Desain Mode Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (FV UM) menggelar Asian Student Fashion Week (ASFW)2026 bertajuk Evolve: Threads of Tomorrow
ASFW 2026 Merupakan Kegiatan Wajib Mahasiswa Prodi Desain Mode Semester Delapan Sebagai Proyek Studi
Jakarta -

Program Studi Desain Mode Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (FV UM) menggelar Asian Student Fashion Week (ASFW) 2026 bertajuk Evolve: Threads of Tomorrow, pada Sabtu-Minggu (9–10/5).

Ajang fashion internasional ini menjadi panggung strategis bagi mahasiswa untuk memamerkan karya tugas akhir sekaligus memperluas jejaring industri mode tingkat global. ASFW menjadi salah satu upaya untuk memperkuat citra UM dalam internasionalisasi kampus.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, ASFW 2026 menghadirkan kolaborasi perguruan tinggi desain mode dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Desain Mode Indonesia (IMODEA), serta peserta internasional dari Malaysia, Jepang, dan Turki.

Kehadiran peserta mancanegara memperkuat posisi UM sebagai kampus yang aktif membangun ekosistem industri kreatif berbasis budaya dan inovasi.

Pada hari pertama, sebanyak 45 desainer tampil dalam berbagai kategori, mulai dari kidswear, SMK, re-upcycling, perguruan tinggi negeri dan swasta, hingga kategori umum. Berbagai kompetisi dan pertunjukan fashion turut memeriahkan acara, seperti fashion styling, draping, makeup competition, serta parade busana kreatif dari para peserta.

ASFW 2026 Menjadi Jembatan Bagi Mahasiswa Untuk Terhubung Langsung Dg Industri Fashion ProfesionalASFW 2026 Menjadi Jembatan Bagi Mahasiswa Untuk Terhubung Langsung Dg Industri Fashion Profesional

Menariknya, karya-karya yang ditampilkan tidak hanya menonjolkan estetika modern, tetapi juga mengangkat kekayaan wastra Nusantara. Batik, tenun, songket, ecoprint, hingga kebaya modern dipadukan dengan sentuhan desain kontemporer sebagai bentuk eksplorasi budaya lokal dalam industri fashion global.

Dekan Fakultas Vokasi UM, Muladi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses akademik mahasiswa semester akhir.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan wajib mahasiswa Program Studi Desain Mode semester delapan sebagai proyek studi mereka. Karya yang ditampilkan sekaligus menjadi tugas akhir untuk penyelesaian studi,” ujarnya.

Sementara itu, dosen Desain Mode UM, Agus Sunandar, menjelaskan bahwa ASFW menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk terhubung langsung dengan industri fashion profesional.

“Melalui event seperti ini, mahasiswa dapat bertemu dengan pelaku industri dan desainer profesional sehingga karya mereka memiliki peluang lebih besar diterima masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, puncak acara pada hari kedua akan menghadirkan grand show dengan sekitar 250 karya busana mahasiswa UM yang diperagakan oleh 150 model profesional dan kidswear. Tema Evolve: Threads of Tomorrow merepresentasikan semangat inovasi, kreativitas, dan kolaborasi dalam menjawab perkembangan industri fashion modern.

Prosesi pembukaan turut dimeriahkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan internasional tersebut. Melalui ASFW 2026, UM tidak hanya memperkuat jejaring fashion internasional, tetapi juga mendorong lahirnya industri mode kreatif berbasis budaya lokal yang berdaya saing global.

Kegiatan ini juga selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang pendidikan berkualitas, poin 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta poin 17 terkait kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.