Tak Cuma Teori, Kampus Bekali Mahasiswa Lewat Praktik Bisnis


Minggu, 18 Oct 2026 16:16 WIB
Wirausaha muda perlu belajar langsung dari pasar melalui kolaborasi kampus dan industri untuk mengembangkan UMKM dan ekonomi lokal.
Foto: dok. Shutterstock
Jakarta -

Wirausaha muda perlu mendapat kesempatan belajar langsung dari pasar, mulai dari menguji produk dan membaca respons pembeli hingga memperbaiki strategi berdasarkan kondisi lapangan. Kebutuhan ini menjadi penting di tengah upaya meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia. Kementerian UMKM mencatat rasio kewirausahaan nasional pada 2025 mencapai 3,29 persen, melampaui target 3,10 persen. Meski demikian, angka tersebut masih perlu ditingkatkan. Kementerian Perdagangan menyebut rasio kewirausahaan Indonesia perlu mencapai kisaran 10-12 persen untuk mendukung upaya menuju negara maju.

Jarak tersebut membuat peran perguruan tinggi semakin strategis. Calon pengusaha perlu terbiasa mengambil keputusan di tengah ketidakpastian, dan kemampuan itu sulit dibangun hanya lewat teori manajemen. Pendekatan berbasis praktik mulai diterapkan sejumlah institusi, salah satunya Universitas Ciputra Jakarta yang gedungnya diresmikan Gubernur DKI Jakarta di Ciputra International Superblock pada pertengahan Oktober 2026. Mahasiswa barunya diminta menciptakan dan menjalankan bisnis sederhana di kawasan Blok M sejak masa orientasi, lalu melanjutkannya ke mata kuliah kewirausahaan dengan pendekatan Real Business Experience bersama mitra industri.

Apa Manfaat Belajar Bisnis Langsung di Pasar bagi Calon Pengusaha?

Manfaat pertama terletak pada kemampuan membaca kebutuhan konsumen. Ketika mahasiswa berjualan di ruang publik, mereka belajar bahwa produk yang terlihat menarik di atas kertas belum tentu laku. Harga, kemasan, lokasi, dan cara menawarkan produk langsung diuji oleh pembeli. Pengalaman ini mirip dengan tahap validasi pasar yang dijalani pelaku UMKM sebelum menambah modal.

Manfaat kedua berkaitan dengan pengelolaan risiko keuangan. Bisnis skala kecil yang dijalankan selama masa kuliah memberi ruang untuk salah dengan biaya rendah. Kekeliruan dalam menghitung harga pokok penjualan atau mengatur stok menjadi pelajaran berharga sebelum seseorang mempertaruhkan tabungan atau pinjaman usaha dalam jumlah besar.

Manfaat ketiga adalah jaringan. Kolaborasi dengan perusahaan ritel, gerai makanan dan minuman, hingga pengelola pusat perbelanjaan memberi mahasiswa akses pada studi kasus operasional yang nyata. Bagi calon pengusaha, memahami cara korporasi mengelola rantai pasok dan layanan pelanggan bisa menjadi bekal saat kelak bermitra atau menjadi pemasok bagi perusahaan besar.

Bagaimana Kolaborasi Kampus dan Industri Mendorong Ekonomi Lokal?

Kegiatan usaha mahasiswa di ruang publik ikut menghidupkan aktivitas ekonomi di sekitarnya. Pemanfaatan kawasan seperti Blok M sebagai ruang kreatif sejalan dengan dorongan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjadikan kawasan tersebut pusat aktivitas ekonomi, budaya, dan komunitas. Arus pengunjung yang meningkat berpotensi memberi efek berantai bagi pedagang, penyedia jasa, dan UMKM yang beroperasi di sekitarnya.

Dari sisi industri, kemitraan dengan kampus berfungsi sebagai investasi jangka panjang pada sumber daya manusia. Perusahaan mendapat masukan segar dari generasi muda terkait perilaku konsumen, sementara biaya rekrutmen dan pelatihan karyawan baru berpeluang lebih efisien karena calon tenaga kerja sudah mengenal ritme bisnis di lapangan.

Apa Dampak Jangka Panjang Lahirnya Wirausaha Muda bagi Ekonomi?

Pertumbuhan wirausaha muda yang terlatih berpotensi memperkuat basis UMKM nasional. Usaha yang dibangun dengan pemahaman pasar yang matang cenderung lebih siap mengakses pembiayaan, menyusun laporan keuangan, dan naik kelas. Dalam jangka panjang, setiap usaha baru yang bertahan juga membuka lapangan kerja bagi lingkungan sekitarnya.

Model belajar berbasis pengalaman nyata menunjukkan bahwa pendidikan dan dunia usaha dapat saling menguatkan. Bagi pelaku bisnis, kolaborasi semacam ini layak dipertimbangkan sebagai strategi membangun talenta sekaligus memperluas pasar. Bagi generasi muda, ini menjadi kesempatan untuk memulai perjalanan sebagai wirausaha muda lebih awal dengan risiko yang terukur.

Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.

(srz/srz)