Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memberlakukan kembali skema perdagangan short selling sejak Selasa, 15 September 2026, setelah menerima arahan dari Otoritas Jasa Keuangan. Kebijakan ini didorong oleh sejumlah pertimbangan, salah satunya catatan dari MSCI yang menilai penerapan short selling di pasar modal Indonesia masih terbatas dibandingkan dengan pasar di negara lain.
Bagi pelaku bisnis yang mengandalkan pasar modal sebagai salah satu sumber pendanaan, perkembangan tersebut menjadi hal yang perlu diperhatikan. BEI menyebut catatan MSCI turut menjadi salah satu pertimbangan dalam penerapan kembali skema ini, meskipun bukan merupakan permintaan langsung dari lembaga indeks global tersebut.
Kenapa Catatan MSCI Bisa Berdampak ke Ekosistem Bisnis?
MSCI adalah salah satu penyedia indeks global yang jadi acuan utama bagi manajer investasi internasional dalam menempatkan dana di suatu negara. Ketika mekanisme pasar modal sebuah negara dianggap kurang lengkap, termasuk minimnya instrumen short selling, hal ini bisa memengaruhi persepsi investor asing terhadap kedalaman dan kematangan pasar tersebut.
Dengan dibukanya kembali short selling secara terbatas pada lima saham LQ45 yang paling likuid, Bursa Efek Indonesia menunjukkan langkah konkret untuk melengkapi ekosistem perdagangan, sesuatu yang pada akhirnya bisa memperkuat kepercayaan investor asing dan membuka lebih banyak ruang pendanaan bagi bisnis dalam negeri yang bergantung pada pasar modal.
Apa yang Perlu Diperhatikan Bisnis dari Langkah Ini?
Pelaku usaha yang berencana melantai di bursa atau tengah mencari pendanaan lewat instrumen pasar modal perlu memantau bagaimana likuiditas dan minat investor asing berkembang pasca kebijakan ini. Semakin dalam dan matang pasar modal Indonesia, semakin besar pula peluang bisnis nasional, termasuk yang berskala menengah, untuk mendapatkan akses pendanaan yang lebih kompetitif ke depannya.
Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.
(srz/srz)