Jadi Tuan Rumah Workshop Afrasia, UM Perkuat Riset Global


Story by Universitas Negeri Malang

Kamis, 07 May 2026 10:52 WIB
Universitas Negeri Malang (UM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) mempertegas komitmennya dalam membangun kolaborasi global
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. Secara Resmi Membuka Workshop AFRASIA UM
Jakarta -

Universitas Negeri Malang (UM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) mempertegas komitmennya dalam membangun kolaborasi global selatan lewat Afrasia Programme Validation and Shareholders Strategic Engagement Workshop, Rabu (6/5), di Aula Graha Rektorat Lantai 9.

Forum ini menjadi langkah strategis untuk mendorong riset lintas negara yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.

Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menyatakan bahwa peran akademisi kini harus melampaui batas pengembangan ilmu semata.

“Sebagai bangsa dan intelektual, kita memiliki tanggung jawab agar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi benar-benar memberi dampak langsung.

Selama ini, kerja sama negara-negara selatan masih tertinggal dibandingkan negara utara. Karena itu, forum ini menjadi upaya memperkuat kolaborasi selatan-selatan agar lebih maju dan setara,” ujarnya.

Workshop ini menghadirkan akademisi dan peneliti dari berbagai negara, seperti Malaysia, Tanzania, dan Afrika Selatan.

Kolaborasi ini juga terhubung dengan International Science and Technology Innovation Centre (ISTIC) di bawah UNESCO, yang berperan mengoordinasikan program sains dan teknologi antarnegara berkembang.

Ke depan, jejaring ini ditargetkan meluas ke lebih banyak negara dalam skema kerja sama global selatan.

Pada kegiatan ini juga dihadiri oleh Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng. sebagai Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang). Dr. Fauzan sangat mengapresiasi UM menjadi tuan rumah kegiatan AFRASIA.

Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T.,M.Eng. (Dirjen Risbang) Memberikan Sambutan di Workshop AFRASIA UMDr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T.,M.Eng. (Dirjen Risbang) Memberikan Sambutan di Workshop AFRASIA UM

Dalam sambutannya, Dr. Fauzan menyoroti bahwa kolaborasi South-South kini bukan lagi sekadar peluang, melainkan kebutuhan strategis dalam menghadapi tantangan global. 

“Kolaborasi Selatan-Selatan bukan lagi sekadar kemungkinan teknis, melainkan sebuah kebutuhan.” ujarnya.

Dr. Fauzan menjelaskan bahwa kerja sama lintas negara ini memiliki potensi besar untuk menghasilkan solusi yang adaptif dan relevan, mulai dari isu ketahanan iklim, energi terbarukan, hingga penguatan sistem kesehatan.

Lebih lanjut, Fauzan menekankan bahwa riset dan inovasi tidak boleh berhenti pada publikasi semata, tetapi harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat. 

“Kami memprioritaskan inovasi yang dapat dikembangkan secara luas serta memiliki jalur nyata untuk memberikan dampak bagi masyarakat.” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UM Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si., mengungkapkan bahwa Afrasia merupakan inisiatif baru yang mulai dirintis sejak tahun lalu dan kini memasuki tahap konkret. “Tiga isu utama yang disepakati adalah kesehatan, air, dan energi karena merupakan kebutuhan mendasar di setiap negara.

Riset harus multidisiplin, tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membawa perubahan sosial yang nyata,” jelasnya.

UM juga menegaskan keterlibatannya dalam working package kolaborasi bersama *Universiti Teknologi Malaysia* serta aliansi Global South Research University Alliance (GSRUA). Kedua platform ini menjadi pilar penting dalam menopang keberlanjutan program Afrasia.

Program ini dijadwalkan memasuki tahap eksekusi pada 2027 melalui skema kompetisi riset di puluhan negara mitra. Hasil workshop akan menjadi dasar kesepakatan sebelum diadopsi secara luas oleh negara peserta.

Kegiatan ini sekaligus merefleksikan nilai-nilai Konferensi Asia-Afrika dalam konteks kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui penguatan riset kolaboratif, negara-negara global selatan diharapkan mampu meningkatkan posisi strategisnya di tingkat geoekonomi dan geopolitik.

Inisiatif ini berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 6 (clean water and sanitation), SDG 7 (affordable and clean energy), SDG 3 (good health and well-being), serta SDG 17 (partnerships for the goals), melalui penguatan kemitraan global dan riset berdampak langsung bagi masyarakat.