Seru & Inspiratif! Pembukaan Young Change Maker Summit 2026 di BPK PENABUR KBP


Story by BPK PENABUR Bandung

Sabtu, 02 May 2026 10:15 WIB
YCMS 2026 mendorong generasi muda memberikan solusi inovatif terhadap persoalan keberlanjutan di lingkungan sekitar melalui pendekatan STEAM dan Design Thinking
Opening Ceremony (YCMS) 2026 oleh Wamendikti Saintek & Pimpinan Yayasan BPK PENABUR. Foto Dok: BPK PENABUR Bandung
Jakarta -

BPK PENABUR Bandung kembali menggelar event Young Change Maker Summit (YCMS) 2026 di BPK PENABUR Kota Baru Parahyangan, Kamis (30/4). Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran, kompetisi, sekaligus pameran karya berbasis teknologi bagi siswa SMP dan SMA dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengusung tema "Innovative Technology for Sustainable Cities", YCMS 2026 mendorong generasi muda untuk memberikan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan keberlanjutan di lingkungan sekitar melalui pendekatan STEAM dan Design Thinking.

Acara pembukaan dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) RI Prof. Stella Christie, Ph.D., Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR Bapak Adri Lazuardi, S.H., Ketua BPK PENABUR Bandung Bapak Erwien Kosasih, serta para finalis YCMS tingkat SMP dan SMA.

Dok: BPK PENABUR BandungDok: BPK PENABUR Bandung

Dalam sesi keynote speaker bertajuk "Young Minds, Smart Solutions: Innovating for a Better Future", Prof. Stella memberikan motivasi kepada generasi muda Indonesia untuk berani berkarya dan menciptakan inovasi yang berdampak bagi dunia yang lebih baik.

Pupuklah kepercayaan diri untuk melakukan yang kamu paling sukai atau cintai. Berlombalah dengan dirimu sendiri, bukan untuk mendapatkan nilai bagus, namun untuk memaksimalkan potensi diri, ungkap Prof. Stella.

Foto Dok: BPK PENABUR BandungFoto Dok: BPK PENABUR Bandung

Tahun ini, sebanyak 151 tim dari berbagai sekolah di Indonesia mengikuti seleksi YCMS 2026. Setelah melalui dua tahap seleksi, terpilih 30 tim finalis terbaik tingkat SMP dan SMA yang melaju ke babak final untuk mempresentasikan prototipe dan solusi inovatif mereka.

Pada tahap final, penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari akademisi nasional dan internasional, yaitu Janto Sulungbudi dari Universitas Katolik Parahyangan, Dr. Tuti Mariana Lim dari Nanyang Technological University Singapura, serta Prof. Andrew Ooi dari University of Melbourne Australia.

YCMS 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang bagi para siswa untuk saling terhubung, berkolaborasi, dan menemukan kebahagiaan melalui karya serta inovasi yang mereka ciptakan.