Prestasi UM Semakin Mendunia, Perkuat Transformasi Budaya & Meritokrasi


Story by Universitas Negeri Malang

Selasa, 07 Apr 2026 09:39 WIB
Universitas Negeri Malang (UM) kembali menegaskan kiprahnya di kancah nasional dan internasional dengan mempertahankan posisi di jajaran sepuluh besar Top Rank.
Komitmen Transformasi Kampus UM dengan Perkuat Meritokrasi Terbuka
Jakarta -

Universitas Negeri Malang (UM) kembali menegaskan kiprahnya di kancah nasional dan internasional dengan mempertahankan posisi di jajaran sepuluh besar Top Rank.  Capaian prestasi ini mendapat apresiasi sekaligus menjadi pemacu untuk terus bertransformasi.

Berdasarkan Adscientific Index, UM mencatatkan prestasi membanggakan dengan menempati peringkat ke-4 dalam daftar Top 10 Asian Universities in Education. Capaian ini menegaskan posisi UM sebagai salah satu kampus pendidikan terbaik di level internasional khususnya Asia sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

Selain itu, ditingkat nasional menurut lembaga survei versi Adscientific Index, UM menduduki posisi pertama dibidang pendidikan. Disamping itu menurut versi edurank, UM berada di posisi puncak dibidang keilmuan multimedia dan kewirausahaan.

Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pengakuan berbagai lembaga pemeringkatan dunia terhadap UM. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari kerja keras seluruh sivitas akademika yang konsisten menjaga mutu dan inovasi.

“Ini tentu menjadi penyemangat bagi kita untuk terus melakukan transformasi, baik transformasi diri maupun institusi. UM yang dulunya sebagai The Learning University harus terus belajar dan berkembang dalam menjawab tantangan peradaban,” ujarnya saat diwawancarai Tim Humas UM pada Senin (6/4).

Prof. Hariyono menegaskan, transformasi yang dijalankan UM bukan sekadar perubahan struktur organisasi, melainkan penguatan nilai, budaya kerja, dan proses pelembagaan. Ia menilai UM harus tetap berakar pada budaya Nusantara, namun terbuka terhadap perkembangan global.

“UM harus mengakar pada budaya Nusantara, tetapi juga terbuka terhadap budaya global. Sebagai bagian dari peradaban dunia, kita memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi melalui ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya.

Ia juga menyebut capaian UM di bidang pendidikan, termasuk pengakuan terhadap sejumlah program studi, harus terus dijaga melalui inovasi berkelanjutan. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak boleh berhenti pada prestasi, melainkan harus memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Dari sisi layanan, UM berkomitmen memperkuat budaya meritokrasi yang terbuka, demokratis, dan partisipatif. Langkah ini sejalan dengan semangat SDGs, khususnya tujuan pendidikan berkualitas, inovasi, serta kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan.

“Tantangan terbesar kita justru adalah rasa nyaman dan kemapanan. Dalam dunia akademik, pertanyaan adalah mesin ilmu pengetahuan. Karena itu, dialog dan semangat berpikir kritis harus terus dijaga,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UM, Prof. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai prestasi UM merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen kampus.

“Ini adalah prestasi yang membanggakan. Kami berharap seluruh sivitas akademika terus bekerja keras untuk mempertahankan dalam berkarya, bahkan meningkatkan capaian ini,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran sepanjang hayat, UM menegaskan komitmennya untuk terus menjadi institusi pendidikan yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan tuntutan zaman.