Daftar Deals
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat nilai ekonomi sport tourism nasional mencapai Rp18,79 triliun pada 2024, dengan kontribusi sekitar 25 hingga 30 persen terhadap total event pariwisata di Indonesia. Angka ini terus bergerak naik seiring makin banyaknya ajang olahraga berskala internasional yang memilih Indonesia sebagai tuan rumah. Bagi pelaku usaha, tren ini membuka celah pertumbuhan yang selama ini kurang dilirik.
Kenapa Ajang Olahraga Internasional Jadi Peluang Baru bagi Pelaku Usaha?
Setiap kali sebuah kompetisi olahraga berskala besar digelar, ribuan peserta dan penonton berkumpul dalam waktu singkat di satu lokasi. Kondisi ini menciptakan lonjakan permintaan terhadap makanan, minuman, transportasi, hingga akomodasi dalam durasi yang padat. Sebagai gambaran, penyelenggaraan HYROX Jakarta 2026 di Nusantara International Convention Exhibition, Tangerang, berhasil menarik hampir 12.000 peserta dari lebih dari 50 negara, dengan sekitar 35 persen di antaranya datang dari luar Indonesia. Kondisi seperti ini menuntut kesiapan ekosistem transaksi yang cepat agar arus pengunjung tidak menumpuk di titik pembayaran, sesuatu yang selama penyelenggaraan tersebut ditangani lewat sistem QRIS di area food and beverage seperti yang disediakan oleh YUKKÂ Payment Gateway.
Pengalaman serupa juga terlihat pada ajang yang lebih besar seperti MotoGP Mandalika, yang berhasil menarik sekitar 102 ribu penonton dan menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp4,5 triliun. Lebih dari Rp2,5 triliun di antaranya mengalir langsung ke sektor akomodasi, transportasi, dan kuliner lokal, dengan 65 persen manfaatnya dinikmati oleh pelaku UMKM di sekitar lokasi acara. Tren serupa juga terlihat pada segmen wisata olahraga individu, di mana paket wisata maraton tercatat tumbuh 43 persen secara tahunan dari 2023 ke 2024, menandakan permintaan yang terus meluas di luar event skala besar seperti balapan internasional.
Bagaimana UMKM Bisa Ikut Menangkap Momentum Event Olahraga?
Pelaku usaha kecil dan menengah memiliki posisi strategis dalam rantai ekonomi event olahraga, terutama di segmen kuliner, merchandise, jasa transportasi lokal, dan akomodasi jangka pendek. Persoalannya, banyak UMKM belum siap dari sisi operasional saat volume transaksi melonjak dalam waktu singkat. Antrean panjang di kasir konvensional berpotensi menghilangkan peluang penjualan, apalagi ketika pengunjung datang dari luar kota atau luar negeri dengan preferensi pembayaran nontunai.
Kesiapan infrastruktur pembayaran digital menjadi penentu di titik ini. Data Bank Indonesia mencatat jumlah merchant QRIS di Indonesia telah mencapai 44 juta unit pada kuartal pertama 2026, tumbuh 15,49 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sementara jumlah penggunanya menembus 62 juta orang. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa preferensi transaksi nontunai kini menjadi kebutuhan dasar bagi siapa pun yang ingin bertransaksi cepat di keramaian, bukan sekadar tren perkotaan.
Apa Implikasi Jangka Panjang bagi Ekosistem Bisnis dan Pariwisata Olahraga Indonesia?
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Pemuda dan Olahraga tengah memperkuat kalender event olahraga nasional dan internasional sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Jika tren ini konsisten, semakin banyak kota di Indonesia berpotensi menjadi tuan rumah ajang serupa HYROX, yang tahun ini menargetkan lebih dari 250 ribu partisipan secara global di berbagai negara. Bagi pelaku usaha, sinyal ini menandakan ekosistem event olahraga akan terus tumbuh dan membutuhkan dukungan infrastruktur transaksi yang andal di setiap penyelenggaraan, bukan sekadar peluang musiman.
Pelaku usaha yang mulai berinvestasi pada sistem pembayaran digital dan kesiapan operasional sejak sekarang akan berada di posisi lebih baik ketika gelombang event berikutnya datang. Momentum sport tourism tidak akan menunggu pelaku usaha yang lambat beradaptasi.
Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.