Universitas Negeri Malang (UM) mengukuhkan lima guru besar baru dalam sidang senat terbuka yang digelar di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) A19 pada Kamis (5/2). Pengukuhan ini menandai langkah strategis UM memperkuat kapasitas riset dan pengabdian sehingga jumlah guru besar di kampus kini mencapai 165 orang.
Kelima guru besar tersebut berasal dari Fakultas Ilmu Sosial, dua guru besar dari Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Fakultas Ilmu Pendidikan. Pengukuhan ini menegaskan UM dalam memperkuat riset di lintas bidang keilmuan.
Secara khusus, kelima guru besar membawa fokus penelitian yang aplikatif. Prof. Syamsul Bachri (Fakultas Ilmu Sosial) menawarkan model Human Volcano System untuk pengelolaan risiko bencana gunung api yang mengedepankan pendekatan holistik dan pemberdayaan komunitas. Model ini diharapkan memperkaya strategi mitigasi dan pemulihan pascabencana.
Di Fakultas Teknik, Prof. Dr. Agus Hery Supadmi Irianti memaparkan penelitian tentang grading motif batik sebagai respons sosial terhadap body shaming, yakni desain tekstil inklusif yang mempertahankan filosofi batik sekaligus meningkatkan rasa percaya diri pengguna.
Prof. Dr. Hartatiek (FMIPA) meneliti pemanfaatan batu gamping lokal untuk rekayasa tulang menghasilkan nano hydroxyapatite yang potensial untuk scaffold jaringan tulang dan aplikasi biomaterial berbasis sumber daya domestik.
Sementara itu, Prof. Ir. Rr. Poppy Puspitasari (Teknik) mengangkat rekayasa nanomaterial untuk efisiensi energi; melalui kajian Size Does Matter ia menyorot optimasi material pada skala nano untuk meningkatkan performa dan keandalan sistem energi.
Terakhir, Prof. Dr. Ahmad Samawi (Fakultas Ilmu Pendidikan) memperkuat manajemen PAUD berbasis nilai, menekankan peran karakter dan kualitas pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembangunan SDM.
Dengan pengukuhan ini, UM menegaskan arah riset yang tidak hanya berorientasi pada publikasi, tetapi juga solusi nyata bagi tantangan lokal dan nasional dari mitigasi bencana hingga inovasi biomaterial dan pendidikan anak.