Cara UMKM Naik Kelas Lewat Pengembangan Pemimpin Internal


Minggu, 01 Nov 2026 18:47 WIB
Pengembangan SDM membantu UMKM meningkatkan daya saing dan naik kelas.
Foto: Getty Images/iStockphoto/kuppa_rock
Jakarta -

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu langkah penting agar UMKM dapat naik kelas. Pemerintah pada Oktober 2026 mencatat UMKM berkontribusi sebesar 60,5 persen terhadap PDB, menyerap 97 persen tenaga kerja, dan menyumbang 15,7 persen ekspor nasional. Namun, dari 30,2 juta unit usaha yang tercatat, sebanyak 99,7 persen masih berskala mikro. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas usaha, termasuk melalui pengembangan SDM dan kepemimpinan internal.

Pola tumbuh yang sehat terlihat jelas di perusahaan yang sudah besar. Pada ajang Asia Corporate Excellence & Sustainability (ACES) Awards 2026 di Kuala Lumpur, 16 Oktober lalu, Friso Palilingan menerima penghargaan Outstanding Leaders in Asia. Penilaian kategori ini mencakup visi kepemimpinan, kinerja usaha, akuntabilitas dan etika, serta dampak sosial. Menurut keterangan penerima penghargaan, ajang tahun ini mencatat 1.238 nominasi dari 35 negara dengan 123 pemenang.

Empat kriteria tersebut dapat menjadi acuan sederhana bagi pemilik usaha kecil dalam mengembangkan bisnis, mulai dari memiliki arah usaha yang jelas, kinerja terukur, pengelolaan transparan, hingga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Pengembangan SDM juga perlu menjadi perhatian karena kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu aset penting organisasi. Dengan mencetak pemimpin baru dari internal, pelaku usaha dapat memperkuat kemampuan tim dan membangun fondasi untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Bagaimana Pemimpin Internal Membantu UMKM Naik Kelas?

Pemilik UMKM umumnya memegang semua keputusan sendiri, mulai dari belanja bahan, penentuan harga, sampai penagihan. Pola ini efisien pada fase awal, tetapi menjadi hambatan ketika volume pesanan naik karena setiap keputusan menunggu satu orang. Menunjuk satu atau dua orang kepercayaan sebagai penanggung jawab produksi, keuangan, atau layanan pelanggan membuat usaha tetap berjalan saat pemilik sedang bernegosiasi dengan calon mitra.

Kaderisasi semacam ini tidak membutuhkan program mahal. Pelatihan singkat, jam terbang di pekerjaan nyata, dan umpan balik rutin sudah cukup sebagai titik awal. Dari sisi biaya, investasi tersebut perlu dibandingkan dengan kerugian akibat keputusan yang tertunda, pesanan yang keliru, atau pelanggan yang beralih ke pesaing. Semakin cepat tanggung jawab dibagi, semakin cepat pemilik memiliki waktu untuk memikirkan strategi pertumbuhan.

Mengapa Tata Kelola dan Akses Pembiayaan Ikut Menentukan Daya Saing?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total pembiayaan UMKM lintas sektor mencapai Rp1.948,72 triliun per Juni 2026. Dari jumlah tersebut, kredit UMKM perbankan tercatat sebesar Rp1.519,35 triliun. Meski akses pembiayaan terus berkembang, sejumlah pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam pencatatan keuangan, legalitas, dan pengelolaan usaha. Karena itu, anggota tim yang memahami pengelolaan keuangan dapat membantu usaha memiliki administrasi yang lebih tertata dan meningkatkan kesiapan dalam mengakses pembiayaan.

Wakil Menteri Keuangan juga menyampaikan bahwa UMKM perlu terhubung dengan perusahaan besar melalui kemitraan dan rantai pasok, sementara UMKM terus meningkatkan produktivitas, tata kelola, dan kualitas. Mitra korporasi pada umumnya menuntut pasokan yang konsisten dan mutu yang terjaga. Dua hal itu hanya bisa dipenuhi jika ada orang yang secara jelas bertanggung jawab atas standar tersebut.

Apa Dampak Jangka Panjang Investasi Kepemimpinan bagi Ekonomi?

Ketika sebagian usaha mikro berhasil naik ke skala kecil, dampaknya menjalar ke penyerapan tenaga kerja, penerimaan pajak, dan ekspor. Setiap pemimpin baru yang lahir di sebuah usaha membuka kapasitas untuk merekrut, melatih, dan menggaji lebih banyak orang, sehingga manfaatnya tidak berhenti di satu pemilik usaha.

Cara mengembangkan SDM untuk UMKM naik kelas pada akhirnya menjadi investasi dengan efek berantai. Pemimpin yang tumbuh melahirkan pemimpin berikutnya, dan usaha yang tertata lebih siap masuk ke rantai pasok yang lebih besar. Bagi pelaku usaha, langkah pertamanya sederhana pilih satu orang yang dipercaya dan beri tanggung jawab nyata mulai minggu ini.

Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.

(srz/srz)