Pasar Properti Belum Pulih, Cek Ini Sebelum Mulai Investasi


Rabu, 14 Oct 2026 20:01 WIB
Harga rumah 2026 naik tipis, tetapi penjualan belum pulih. Perhitungan matang penting sebelum berinvestasi.
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Pasar properti 2026 bergerak dalam dua arah sekaligus: harga rumah tetap naik tipis, sementara penjualan belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini membuat hal yang perlu diperhatikan sebelum investasi properti semakin penting, karena keputusan yang diambil hanya karena takut ketinggalan momentum bisa berujung pada aset yang sulit dijual atau disewakan.

Survei harga properti residensial pada triwulan II 2026 menunjukkan bahwa kenaikan harga rumah masih terbatas. Indeks Harga Properti Residensial tumbuh 0,69% secara tahunan, sementara penjualan rumah di pasar primer masih terkontraksi 2,36%. Meski demikian, kondisi penjualan membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencatat kontraksi sebesar 25,67%. Perbaikan ini didorong oleh peningkatan penjualan rumah tipe kecil dan besar, sedangkan penjualan rumah tipe menengah masih terbatas.

Mengapa Banyak Calon Pembeli Memilih Menahan Diri?

Perubahan suku bunga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan calon pembeli properti. Pada 2026, suku bunga acuan naik secara kumulatif 100 basis poin pada Mei hingga Juni, dari 4,75% menjadi 5,75%. Hingga September 2026, suku bunga tersebut masih dipertahankan. Sejumlah ekonom memperkirakan peluang kenaikan lanjutan pada kuartal IV, meski ada pula yang memproyeksikan suku bunga tetap. Bagi pembeli yang menggunakan KPR dengan bunga mengambang, kenaikan suku bunga kredit berpotensi meningkatkan cicilan. Sementara bagi investor, biaya pembiayaan yang lebih tinggi dapat memengaruhi perhitungan imbal hasil sewa properti.

Dalam sebuah seminar pada awal Oktober 2026, seorang pimpinan perusahaan perbankan menyebut minat masyarakat untuk membeli rumah mulai melemah dan pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) terus melambat. Dari sisi pasokan, tantangan yang dihadapi mencakup keterbatasan lahan dengan status hukum yang jelas, kendala tata ruang, proses perizinan, serta kenaikan harga material. Kondisi ini membuat investor perlu lebih cermat sebelum menandatangani perjanjian jual beli.

Kesalahan Apa yang Sering Membuat Investasi Properti Merugi?

Kesalahan pertama adalah membeli tanpa menghitung arus kas dalam skenario terburuk. Unit yang kosong beberapa bulan, bunga yang naik setelah masa promo berakhir, dan biaya perawatan yang tidak terduga dapat menggerus keuntungan dalam waktu singkat. Bagi pelaku UMKM, risiko ini berlipat karena cicilan properti yang terlalu besar dapat menyedot modal kerja usaha.

Kesalahan kedua adalah mengabaikan legalitas dan rekam jejak pengembang. Proyek dengan perizinan belum lengkap atau lahan bermasalah berisiko mangkrak, sehingga dana yang sudah disetor tertahan tanpa kepastian. Kesalahan ketiga adalah membeli di lokasi yang hanya ramai di brosur, tanpa melihat langsung permintaan sewa, akses transportasi, dan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Peluang Apa yang Masih Terbuka di Tengah Perlambatan?

Pasar yang sedang menahan diri juga membuka ruang negosiasi bagi pembeli yang siap secara finansial. Pemerintah memperpanjang insentif PPN Ditanggung Pemerintah 100% untuk rumah seharga hingga Rp5 miliar sampai 31 Desember 2027, dengan pembebasan pajak untuk Rp2 miliar pertama. Insentif ini dapat menekan biaya awal pembelian rumah baru secara berarti. Sinyal pemulihan juga mulai terlihat: Bank Indonesia mencatat penjualan rumah di pasar primer tumbuh 9,39% secara triwulanan pada triwulan II 2026, berbalik dari kontraksi 7,69% pada triwulan sebelumnya.

Tren pasar menunjukkan minat terhadap rumah tapak di kawasan suburban dan properti di sekitar transportasi umum terus menguat. Investor yang memilih properti sesuai kebutuhan pasar, menjaga rasio utang tetap rendah, dan menyiapkan dana cadangan memiliki posisi lebih kuat saat pasar kembali bergairah.

Memahami hal yang perlu diperhatikan sebelum investasi properti membantu Anda bergerak dengan perhitungan yang matang. Ketika pasar pulih, investor yang disiplin sejak awal akan menjadi pihak yang paling siap memetik hasilnya.

Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.

(srz/srz)