Daftar Isi
Apa itu CPAS? CPAS atau Collaborative Performance Advertising Solution adalah solusi iklan dari Meta yang memungkinkan brand beriklan di Facebook dan Instagram dengan memakai katalog produk marketplace. Calon pembeli diarahkan langsung ke halaman produk di marketplace, sehingga jalur dari melihat iklan sampai membeli menjadi lebih pendek.
Apa Itu CPAS?
Meta kini menyebut solusi ini Collaborative Ads, dengan fondasi Advantage+ catalog ads. Brand dan retailer membuat iklan bersama, memakai konten produk yang disediakan retailer. Di Indonesia, CPAS banyak dibahas dalam konteks Shopee dan Lazada, tetapi ketersediaannya perlu Anda cek langsung ke masing-masing marketplace.
Cara Kerja CPAS
Marketplace membagikan segmen katalog produk kepada brand, lalu brand menerima syarat dan ketentuan lewat notifikasi di akun iklannya. Setelah itu Anda membuat kampanye dari katalog tersebut. Seluruh tautan iklan mengarah ke marketplace, bukan ke toko Anda sendiri, sehingga performa dapat dinilai dari aktivitas di marketplace, bukan hanya klik di media sosial.
Manfaat CPAS
Manfaat utamanya adalah pengukuran yang lebih dekat dengan penjualan. Sebuah studi pada platform Shopee di jurnal Universitas Pamulang melaporkan ROAS naik dari rata-rata 2,8 pada iklan non-CPAS menjadi 5,7 pada CPAS. Angka ini berasal dari satu penelitian, jadi hasil bisnis Anda perlu diuji sendiri.
Kapan Bisnis Perlu Menggunakan CPAS?
CPAS cocok jika sebagian besar penjualan Anda terjadi di marketplace dan Anda ingin membawa audiens media sosial ke sana. Bisnis dengan katalog rapi dan banyak produk juga lebih mudah memanfaatkan iklan katalog dinamis.
Tips Menggunakan CPAS
Lengkapi Katalog Produk di Marketplace
Iklan katalog hanya sebagus data produknya. Pastikan judul, foto, harga, dan stok selalu mutakhir.
Pilih Produk yang Tepat untuk Diiklankan
Mulailah dari produk laris dengan margin sehat dan stok aman, lalu pilah lewat product set.
Pisahkan Iklan untuk Audiens Baru dan Audiens Lama
Audiens baru butuh perkenalan, audiens lama butuh pengingat. Memisahkan keduanya membuat pesan dan anggaran lebih terarah.
Selaraskan Iklan dengan Momen Promo Marketplace
Tingkatkan intensitas iklan saat promo agar bertemu audiens yang sedang berniat belanja. Cek kalender promo langsung di platform.
Lakukan A/B Testing Beberapa Kreatif dan Target Audiens
Uji satu variabel dalam satu waktu supaya Anda tahu penyebab perubahan hasil.
Pantau Metrik Penjualan, Bukan Hanya Klik
Fokuskan evaluasi pada jumlah pembelian dan ROAS, bukan sekadar klik.
Atur Budget secara Bertahap dan Evaluasi Berkala
Mulai dengan anggaran kecil, lalu naikkan pada kampanye yang terbukti efektif. Tanyakan apakah marketplace mensyaratkan komitmen anggaran minimum.
Cara Menghubungkan CPAS dengan E-commerce
Siapkan Business Manager dan akun iklan baru khusus untuk marketplace tujuan. Ajukan kolaborasi, bagikan informasi akun iklan ke marketplace, terima katalog yang dibagikan, lalu buat kampanye dengan opsi Collaborative Ads. Meta menyarankan satu akun iklan terpisah untuk setiap retailer.
Contoh Penggunaan CPAS
Brand fesyen di marketplace dapat menayangkan carousel produk terlaris di Instagram kepada audiens yang pernah melihat produk tersebut, lalu mengarahkan mereka ke halaman produk. Ini ilustrasi umum, bukan studi kasus brand tertentu.
Tantangan dalam Menggunakan CPAS
Katalog, data, dan syarat kolaborasi dipegang marketplace, sehingga fleksibilitas Anda lebih terbatas dibanding iklan ke situs sendiri. Anda juga membutuhkan akun iklan khusus dan penyesuaian pelaporan.
Jadi, apa itu CPAS pada akhirnya? Ia adalah jembatan antara iklan media sosial dan penjualan marketplace, dan paling bermanfaat bagi pelaku usaha yang disiplin mengelola katalog serta mengukur penjualan.
Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.
(srz/srz)