Data Bisnis Kian Membesar, Ini Cara Storage Modern Menjawab Skala Petabyte


Jumat, 14 Aug 2026 19:02 WIB
Pertumbuhan data menuntut infrastruktur penyimpanan yang skalabel. Investasi ini penting untuk mendukung analitik dan daya saing bisnis di era digital.
Foto: Schneider Electric
Jakarta -

Pertumbuhan volume data menjadi tantangan nyata bagi organisasi yang terus berkembang, terutama ketika kebutuhan penyimpanan mulai menembus skala terabyte hingga petabyte. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen dengan penguatan ekosistem digital, termasuk pembangunan pusat data, sebagai salah satu strategi utama. Kondisi ini menempatkan infrastruktur penyimpanan data sebagai fondasi operasional bisnis modern, sejalan dengan kebutuhan organisasi mengelola pertumbuhan data yang semakin cepat.

Kebutuhan tersebut tergambar dalam transformasi infrastruktur data SKK Migas, yang mengelola data operasional dari 149 kontraktor migas di Indonesia. Melalui implementasi Seagate Exos 24TB dalam sistem Exos EP5U84, organisasi ini membangun kapasitas awal 1 petabyte dengan roadmap ekspansi hingga 4 petabyte, sekaligus memperoleh hingga 1,5 petabyte usable storage dalam satu chassis berukuran 5U.

Gambaran ini juga terlihat dalam artikel Tingkatkan Kapasitas Storage hingga Petabyte dengan Seagate Exos di kanal FYB detikcom. Meski berangkat dari konteks pengelolaan data sektor migas, insight yang diangkat mencerminkan tren yang lebih luas: organisasi lintas sektor kini dituntut mempersiapkan infrastruktur data yang mampu tumbuh mengikuti skala bisnis tanpa mengorbankan efisiensi biaya operasional.


Kenapa Kapasitas Storage Skala Petabyte Kini Relevan bagi Bisnis yang Berkembang?

Tren ini ditopang oleh perkembangan pasar cloud dan data center nasional. Pelaku industri memproyeksikan permintaan layanan cloud dan data center terus meningkat pada 2026, didorong kebutuhan komputasi kecerdasan buatan yang melayani pasar domestik maupun regional. Indonesia bahkan mulai menjadi tujuan ekspansi pemain data center skala besar seiring keterbatasan pasokan listrik di sejumlah negara tetangga.


Bagi bisnis menengah yang sedang tumbuh, tren ini berarti kebutuhan storage tidak lagi statis. Volume data transaksi, riwayat pelanggan, hingga data operasional terus bertambah seiring skala usaha. Kondisi ini menuntut infrastruktur yang dapat diperluas secara bertahap tanpa mengganti seluruh sistem, sehingga investasi awal tetap relevan ketika kebutuhan kapasitas meningkat di kemudian hari.

Bagaimana Infrastruktur Storage yang Efisien Mendukung Kesiapan Bisnis Menuju Analitik dan AI?

Teknologi seperti ADAPT mempercepat proses rebuild data, sementara platform storage generasi baru menghadirkan efisiensi energi dan cost per terabyte yang lebih kompetitif. Kombinasi ini penting karena beban kerja analitik dan kecerdasan buatan membutuhkan akses data yang cepat dan andal, tidak hanya kapasitas penyimpanan yang besar.

Pemerintah turut mendorong percepatan transformasi digital berbasis AI sebagai penopang pertumbuhan ekonomi, dengan proyeksi kontribusi tambahan pertumbuhan ekonomi nasional antara 0,8 hingga 1 persen dari adopsi digital dan AI. Bagi pelaku usaha, ini menjadi sinyal bahwa kesiapan infrastruktur data akan menentukan seberapa cepat bisnis dapat memanfaatkan teknologi analitik untuk pengambilan keputusan strategis.

Apa Implikasi Jangka Panjang Investasi Infrastruktur Data bagi Daya Saing Bisnis?

Investasi pada infrastruktur storage yang skalabel memberi ruang bagi bisnis untuk tumbuh tanpa terbebani migrasi sistem yang mahal dan berisiko. Hasil Sensus Ekonomi 2026 turut menegaskan pentingnya data yang akurat dalam memetakan struktur dunia usaha, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar, sebagai dasar perencanaan yang lebih matang bagi pelaku usaha maupun pembuat kebijakan.

Ke depan, kemampuan mengelola pertumbuhan data akan menjadi salah satu penentu daya saing bisnis, seiring ekosistem digital nasional yang terus diperkuat menuju target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.

(kep/kep)