Peluang Ekspor Kuliner Indonesia Kian Terbuka, Ini Jalur Ringan Modal buat UMKM


Minggu, 26 Jul 2026 10:08 WIB
Peluang ekspor kuliner Indonesia terbuka melalui restoran luar negeri. Program S'RASA mendukung UMKM dengan pasokan bumbu dan akses pembiayaan.
Foto: Getty Images/Dadang Halidah
Jakarta -

Peluang ekspor kuliner Indonesia kini bisa dibuka lewat jalur yang jauh lebih ringan modal, yaitu restoran dan kedai Indonesia yang sudah beroperasi di luar negeri. Gerai semacam ini berfungsi sebagai titik distribusi permanen bagi bumbu, rempah, kopi, dan produk olahan asal dalam negeri. Bagi pelaku usaha kecil, pola tersebut memangkas kebutuhan membangun jaringan pasar dari nol di negara tujuan.

Pemerintah membaca pola yang sama. Program Rasa Rempah Indonesia atau S'RASA diluncurkan bersama enam kementerian pada Agustus 2025 sebagai kelanjutan program Indonesia Spice Up The World yang berakhir pada 2024. Tahap awalnya menyasar restoran Indonesia di lima kota, yakni Tokyo, Sydney, Amsterdam, London, dan New York, dengan dukungan berupa pasokan bumbu autentik dari Tanah Air hingga akses pembiayaan bagi restoran terpilih.

Basis pasarnya nyata. Dashboard Satu Data Kementerian Luar Negeri mencatat 2.544.062 warga negara Indonesia terdata berada di luar negeri hingga Desember 2024, dengan 51,97 persen di antaranya berada di Malaysia. Angka itu belum menghitung keturunan diaspora dan konsumen asing yang tertarik pada masakan Asia Tenggara.

Gambaran ini juga terlihat di Pandawa Warung Kopi. Meski berangkat dari pembukaan satu gerai kopi di kawasan bisnis Sydney, insight yang diangkat mencerminkan tren yang lebih luas: permintaan terhadap cita rasa Indonesia di luar negeri sudah cukup matang untuk menopang rantai pasok komersial, bukan sekadar nostalgia.

Kenapa Restoran Indonesia di Luar Negeri Bisa Jadi Etalase Ekspor UMKM?

Restoran berfungsi sebagai pembeli rutin dengan volume terukur. Satu gerai yang menyajikan menu berbasis rempah membutuhkan pasokan berulang setiap bulan, mulai dari bumbu dasar, santan, kerupuk, sambal kemasan, sampai biji kopi. Pola pembelian berulang inilah yang dicari eksportir pemula karena memberi kepastian arus kas.

Keuntungan kedua terletak pada biaya edukasi pasar. Konsumen asing yang mencoba rendang atau kopi tubruk di restoran akan lebih mudah menerima produk kemasan bermerek serupa di rak ritel. Restoran menanggung sebagian besar ongkos memperkenalkan rasa, sementara UMKM pemasok menikmati efek lanjutannya.

Apa yang Perlu Disiapkan UMKM Sebelum Masuk Rantai Pasok Ini?

Kesiapan dokumen menjadi syarat pertama. Sertifikasi halal, izin edar, label berbahasa negara tujuan, serta catatan asal bahan baku kerap menjadi penentu apakah sebuah produk bisa masuk daftar pemasok. Restoran di pasar seperti Australia dan Inggris terikat aturan keamanan pangan yang ketat, sehingga rekam jejak administrasi bernilai sama pentingnya dengan rasa.

Kesiapan kedua menyangkut konsistensi. Restoran membutuhkan profil rasa yang seragam sepanjang tahun karena pelanggan menilai pengalaman yang berulang. UMKM yang mampu menjaga standar produksi dan kapasitas pengiriman memiliki posisi tawar lebih kuat dibanding pemasok yang hanya sanggup melayani pesanan sesekali.

Bagaimana Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia dalam Jangka Panjang?

Setiap restoran Indonesia yang bertahan di kota besar dunia berperan sebagai kanal ekspor mikro yang berjalan tanpa henti. Ketika jumlahnya bertambah, permintaan agregat terhadap rempah, kopi, dan produk olahan nasional ikut naik, dan efeknya turun sampai ke petani serta pengolah skala kecil di daerah.

Pemerintah menempatkan diplomasi kuliner sebagai instrumen ekonomi, bukan sekadar promosi budaya. Bagi pelaku usaha, cara membaca peluang ekspor kuliner Indonesia sebaiknya dimulai dari pertanyaan sederhana: produk apa yang sudah dibutuhkan dapur Indonesia di luar negeri hari ini, dan seberapa siap usaha Anda memasoknya secara rutin.

Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.

(kep/kep)