Kenali Perbedaan CSR dan ESG! Mana yang Paling Sesuai dengan Tujuan Bisnis?


Senin, 29 Dec 2025 11:00 WIB
Dinamika bisnis saat ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak lagi dinilai hanya dari kinerja finansial.
Foto: Getty Images/Urbanscape
Jakarta -

Dinamika bisnis saat ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak lagi dinilai hanya dari kinerja finansial. Ekspektasi stakeholder berkembang seiring meningkatnya kesadaran terhadap dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas bisnis.

Konsumen semakin selektif, investor menuntut transparansi, dan regulator memperketat aturan keberlanjutan. Di sisi lain, agenda global seperti Sustainable Development Goals mendorong perusahaan untuk berkontribusi secara nyata.

Kondisi ini menjadikan tanggung jawab sosial sebagai bagian strategis dari keberlanjutan bisnis.

Memahami CSR: Fondasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Corporate Social Responsibility atau CSR merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar operasionalnya. CSR berkembang sebagai respons atas kebutuhan sosial yang muncul akibat aktivitas bisnis.

Pilar utama CSR umumnya meliputi:
Filantropi dan bantuan sosial
Community development dan pemberdayaan masyarakat
Program pendidikan, kesehatan, dan lingkungan

Di Indonesia, program CSR banyak dijalankan melalui beasiswa, pembangunan fasilitas publik, hingga pendampingan UMKM. Pendekatan ini relatif mudah diterapkan dan cepat memberikan dampak sosial.

Namun, CSR tradisional sering berdiri terpisah dari strategi bisnis inti dan sulit diukur kontribusinya terhadap kinerja jangka panjang perusahaan.

Mengenal ESG: Framework Baru untuk Bisnis Berkelanjutan
ESG hadir sebagai pendekatan yang lebih terstruktur dan terukur dalam menilai keberlanjutan perusahaan. Framework ini digunakan oleh investor, regulator, dan pemangku kepentingan untuk melihat risiko dan peluang jangka panjang.

ESG terdiri dari tiga pilar utama:

  • Environmental, mencakup emisi karbon, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah
  • Social, mencakup hak pekerja, keberagaman, keselamatan kerja, dan dampak terhadap komunitas
  • Governance, mencakup transparansi, etika bisnis, struktur dewan, dan kepatuhan regulasi

Perbedaan utama CSR dan ESG terletak pada pendekatan. CSR berfokus pada program sosial, sementara ESG menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis yang dapat diukur dan dipertanggungjawabkan.

Langkah Praktis Memulai Transisi dari CSR ke ESG
Perusahaan dapat memulai transisi dengan langkah yang terstruktur, antara lain:

  • Melakukan audit program CSR yang sudah berjalan
  • Menentukan isu ESG yang paling material bagi bisnis
  • Menetapkan target dan KPI yang terukur
  • Membangun struktur tata kelola ESG
  • Memilih framework pelaporan yang sesuai
  • Melibatkan stakeholder internal dan eksternal
  • Memulai dari skala kecil dan mengembangkan secara bertahap

Pendekatan ini membantu menjaga konsistensi dan efektivitas implementasi.

Masa Depan ESG di Indonesia dan Global
ESG diprediksi menjadi standar baru dalam dunia bisnis. Regulasi akan semakin berkembang, sementara teknologi seperti AI dan blockchain mulai dimanfaatkan untuk pemantauan dan pelaporan ESG.

Kolaborasi lintas sektor akan semakin penting, menjadikan ESG sebagai praktik bisnis yang umum, bukan lagi keunggulan kompetitif.

Dalam merancang program CSR maupun ESG yang berpusat pada penerima manfaat, perusahaan perlu memastikan beberapa hal krusial.

Penerima manfaat harus dilibatkan sebagai subjek aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan program, sehingga tidak berhenti pada pendekatan charity atau kebutuhan eksposur perusahaan semata.

Perusahaan sebagai pemberi manfaat perlu menunjukkan kehadirannya dalam memberikan dukungan kepada penerima manfaat yang sedang mengalami masa sulit, seperti yang dilakukan oleh Archipelago dalam membantu korban bencana di Sumatera.

Bantuan yang diberikan terdiri dari barang-barang pokok yang dibutuhkan dalam keadaan tanggap darurat menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penerima manfaat.

CSR dan ESG merupakan bagian dari perjalanan evolusi tanggung jawab perusahaan. ESG memperkuat peran CSR dengan pendekatan yang lebih strategis dan terukur. Urgensi untuk bertindak semakin nyata, dan Anda dapat memulainya dari langkah kecil yang terencana.

Dengan strategi yang tepat, keberlanjutan dapat menjadi fondasi pertumbuhan bisnis jangka panjang yang sehat dan relevan.

Eksplor lebih banyak insight menarik seputar pengelolaan bisnis hanya di kanal FYB detikcom. Mulai berkolaborasi dengan FYB detikcom untuk perkenalkan bisnis kepada target audiens yang relevan!

(srn/srn)