PENABUR Children Orchestra mempersembahkan "A Melodious Concert bertajuk "A Journey to the Retro Rhythm".
Sebanyak tiga puluh lima siswa terbaik dari jenjang SD, SMP, dan SMA terpilih, tampil menunjukkan bakat dalam bermusik, yang berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026 di iNews Tower, Jakarta Pusat.
Konser dimulai Pukul 17.00 WIB dan dihadiri oleh orang tua siswa, perwakilan pengurus dan sekretariat BPK PENABUR Jakarta, serta tamu undangan.
"Kami selalu serius dalam mendukung bakat siswa, salah satunya melalui PENABUR Children Orchestra. Terima kasih kepada setiap orang tua yang selalu mendukung anak-anak, semoga setiap siswa dapat bertumbuh dan memiliki profil BEST, Be Tough, Excel Worldwide, Share with Society, Trust in God." ujar Purnomo Sigit, Pengurus BPK PENABUR Jakarta dalam kata sambutannya.
Orkestra anak besutan BPK PENABUR Jakarta tersebut mengajak para penonton untuk kembali mendengarkan lagu-lagu era tahun 1970 dan 1980 an, memiliki melodi yang mudah diingat, struktur musik yang kuat, dan tema universal.
Melalui arahan Vincent Wiguna sebagai Artistic Director dan Conductor, para siswa menampilkan beberapa karya musik legendaris dalam dan luar negeri, seperti "Sweet Child of Mine, "Bohemian Rhapsody", "I Wanna Dance With Somebody", "Anak Sekolah Hip Hip Hura", "I'll be There", "Dancing Queen", dan masih banyak lagi.
Pertunjukan semakin meriah dengan penampilan PENABUR Children Choir, Psalm Choir, Yemima Adeleine Panggabean solois sekaligus alumnus SMAK Tirtamarta PENABUR, Richard Ignatius solois, Philbert Neals solo violinis dan conductor, serta grup tari asal SMPK 1 PENABUR dan SMAK PENABUR Bintaro Jaya.
"Terima kasih kepada BPK PENABUR Jakarta yang telah memberikan ruang kepada kami untuk berlatih dan menunjukkan bakat terbaik para peserta didik. Terima kasih juga kepada orang tua yang selalu mendukung anak-anak." ucap Vincent.
Theodorus Fidel Abednego Saragih Sumbayak, siswa SMPK 5 PENABUR dan dan Raphael Khrisna Wiedhawan, siswa SMAK PENABUR Bintaro Jaya, violinis PENABUR Children Orchestra merasa senang dapat tampil dalam konser tersebut.
"Kami berlatih kurang lebih 3-4 bulan di bawah arahan Kak Vincent." ujar Theodorus.
"Kesulitannya bagaimana menyelaraskan setiap alat musik yang dimainkan. Kalau salah ulang dari awal, jadi perlu konsentrasi dan kerja sama tim yang baik disini." ungkap Raphael.
Melalui konser ini, setiap siswa juga mempelajari nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama tim, ketekunan, dan ekspresi artistik. Setiap nada yang dimainkan mencerminkan komitmen dan kecintaan dalam bermusik.
Informasi selengkapnya mengenai PENABUR Children Orchestra dapat mengunjungi media sosial Instagram @penaburchildrenorchestra.