Daftar Isi
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor. Di tengah perubahan tersebut, UMKM berpeluang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus membuka kesempatan kerja bagi talenta muda.
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva memperkirakan sekitar 40% pekerjaan di dunia akan terdampak AI. Dampaknya diperkirakan mencapai 60% di negara maju dan 23% di negara berpenghasilan rendah. Perubahan ini dapat mencakup pekerjaan yang terbantu oleh teknologi, mengalami perubahan tugas, hingga berpotensi tergantikan.
Sementara itu, Bank Dunia menyoroti tantangan penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda. Dalam 10-15 tahun mendatang, sekitar 1,2 miliar anak muda di negara berkembang diproyeksikan mencapai usia kerja. Kondisi ini menuntut penciptaan lapangan kerja yang lebih luas, termasuk melalui pengembangan sektor swasta.
Mengapa Sektor Swasta Penting dalam Penciptaan Lapangan Kerja?
Sektor swasta memiliki peran besar dalam menyediakan lapangan kerja. Bank Dunia menyebut sektor ini menciptakan sekitar sembilan dari setiap sepuluh pekerjaan di negara berkembang. Pemerintah juga berperan melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan usaha.
Bagi Indonesia, kondisi tersebut menjadi alasan untuk memperhatikan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memperluas kesempatan kerja. Meski demikian, kemampuan UMKM menyerap tenaga kerja tetap bergantung pada pertumbuhan usaha, akses pembiayaan, permintaan pasar, dan kesiapan sumber daya manusia.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan tingkat pengangguran terbuka Indonesia mencapai 4,65% pada Mei 2026. Angka ini menggambarkan kondisi pasar kerja nasional dan menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kebutuhan penciptaan lapangan kerja.
Bagaimana UMKM Bisa Memanfaatkan AI?
UMKM dapat mulai memanfaatkan AI untuk mendukung pekerjaan operasional, seperti menyusun materi promosi, membantu pencatatan stok, merangkum masukan pelanggan, hingga menganalisis tren pasar. Penggunaan teknologi ini berpotensi menghemat waktu sehingga pemilik usaha dan karyawan dapat berfokus pada pengembangan produk, strategi penjualan, serta pelayanan pelanggan.
Namun, penerapan AI perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing usaha. Teknologi tidak otomatis meningkatkan produktivitas apabila pelaku usaha belum memiliki keterampilan digital yang memadai atau tidak memahami cara memeriksa hasil yang dihasilkan AI.
Salah satu upaya untuk memperluas pemanfaatan teknologi tersebut adalah program pelatihan AI bagi UMKM. Program AI for MSME Advancement in ASEAN menargetkan pelatihan pemanfaatan AI bagi lebih dari 32.000 pelaku UMKM di lebih dari 20 kota di Indonesia.
Pelatihan semacam ini dapat membantu pemilik usaha dan karyawan memahami penggunaan AI untuk pemasaran, perdagangan elektronik, serta pengelolaan bisnis. Dengan pendampingan yang tepat, penerapan teknologi dapat berjalan seiring dengan peningkatan keterampilan tenaga kerja.
Apa Peluangnya bagi Talenta Muda?
Talenta muda yang memiliki keterampilan digital dapat membantu UMKM mengembangkan strategi pemasaran, mengelola kanal penjualan daring, membaca data pelanggan, hingga mengevaluasi penggunaan AI. Kemampuan tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi usaha yang ingin memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi.
Di sisi lain, penggunaan AI perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, dan pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan. Keterampilan tersebut membantu pekerja menilai hasil teknologi dan mengambil keputusan sesuai konteks bisnis.
Bagi UMKM, merekrut atau melatih talenta muda dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat kemampuan digital. Namun, keputusan perekrutan tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan operasional, kemampuan finansial, dan prospek pertumbuhan usaha.
AI dan Masa Depan Lapangan Kerja
Dampak AI terhadap pekerjaan tidak hanya berkaitan dengan kemungkinan hilangnya sejumlah posisi, tetapi juga perubahan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan. Karena itu, penciptaan lapangan kerja perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja.
UMKM dapat mengambil bagian melalui penerapan AI yang sesuai kebutuhan, pengembangan keterampilan karyawan, dan perluasan kegiatan usaha. Dengan pendekatan tersebut, teknologi berpeluang menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus membuka ruang bagi talenta muda untuk berkontribusi dalam perkembangan bisnis.
Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.
(srz/srz)