Daftar Isi
Menggabungkan dua konsep bisnis dalam satu lokasi menjadi salah satu strategi yang mulai banyak dipakai pelaku usaha F&B untuk menekan biaya operasional sekaligus memperluas segmen pelanggan. Industri makanan dan minuman Indonesia tercatat tumbuh 6,49 persen hingga kuartal ketiga 2025 menurut GAPMMI, pertumbuhan yang membuka peluang sekaligus meningkatkan tekanan persaingan bagi pelaku usaha di sektor ini.
Salah satu contoh penerapan strategi tersebut terlihat pada outlet Burger Bangor di Ciledug, Tangerang, yang baru saja merampungkan renovasi dengan menghadirkan Bangor Beans, konsep coffee shop, di dalam satu atap yang sama. Dengan pendekatan ini, satu lokasi bisa melayani kebutuhan makan berat, ngopi, hingga bekerja dari kafe dalam satu kunjungan.
Kenapa Efisiensi Ruang Menjadi Prioritas Pelaku F&B?
Bagi pelaku UMKM kuliner, biaya sewa lokasi sering menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar. Menggabungkan dua lini bisnis dalam satu ruang memungkinkan pelaku usaha membagi biaya sewa dan operasional, sekaligus meningkatkan potensi transaksi per pengunjung karena pelanggan bisa memesan lebih dari satu jenis produk dalam satu kunjungan.
Sektor F&B tetap diminati karena masyarakat Indonesia terbiasa mengadakan pertemuan informal maupun formal di kafe dan restoran. Kondisi ini membuat konsep yang menggabungkan tempat makan dan kedai kopi semakin relevan bagi konsumen yang membutuhkan ruang fleksibel untuk bekerja sekaligus bersantai.
Bagaimana Renovasi Bisa Menjadi Momentum Pertumbuhan Bisnis?
Renovasi menjadi kesempatan untuk mengevaluasi ulang model bisnis secara menyeluruh, tidak hanya sekadar mempercantik tampilan. Outlet Burger Bangor Ciledug menambah kapasitas tempat duduk dan area yang lebih luas, sehingga bisa mengakomodasi kebutuhan pelanggan yang lebih beragam, mulai dari makan bersama keluarga hingga acara ulang tahun.
Industri kreatif dan kuliner di Indonesia menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja pada 2025, atau 18,70 persen dari total tenaga kerja nasional, dengan mayoritas berasal dari generasi milenial dan Gen Z. Renovasi dan inovasi konsep yang menyasar segmen usia produktif ini menjadi kunci bagi pelaku usaha F&B untuk tetap relevan di pasar yang terus berubah.
Apa Dampaknya bagi Ekosistem UMKM di Sekitar Lokasi?
Pengembangan outlet dengan konsep gabungan juga berdampak pada ekosistem usaha di sekitarnya, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga peningkatan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Sekitar 64 juta pelaku UMKM di Indonesia berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional, dengan sektor kuliner menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem tersebut.
Strategi menggabungkan dua konsep bisnis dalam satu lokasi dapat menjadi salah satu pilihan bagi pelaku UMKM yang ingin memaksimalkan pemanfaatan ruang usaha tanpa perlu menambah investasi untuk lokasi baru. Tren restoran yang menyediakan ruang eksklusif untuk pertemuan bisnis maupun acara keluarga juga menunjukkan adanya kebutuhan terhadap tempat usaha yang mampu menawarkan fungsi lebih beragam. Kondisi tersebut sejalan dengan upaya memperluas kapasitas dan fasilitas pada outlet Ciledug.
Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.
(srz/srz)