Sembilan atlet cilik panahan asal BPK PENABUR Jakarta berhasil bawa pulang puluhan medali pada ajang Liga Ekskul Panahan 2 yang digelar 11-12 April 2026 di Lapangan Panahan Platinum Archery Bekasi Utara.
Kemenangan tersebut menghantarkan siswa BPK PENABUR Jakarta sebagai Juara Umum dan berhak melaju ke kompetisi selanjutnya yaitu Jakarta Utara Open Archery Championship 2026 yang berlangsung 1-3 Mei mendatang untuk memperebutkan Piala Walikota.
Sembilan siswa tersebut berasal dari SDK PENABUR Harapan Indah, SMPK PENABUR Harapan Indah, dan PENABUR Intercultural School Primary Kelapa Gading.
SDK PENABUR Harapan Indah yang berhasil memborong medali lewat Timothy Marchello, siswa kelas 6, yang meraih medali emas untuk Bantalan, Kualifikasi, Eliminasi, serta Mix Team. Hana, rekan Timothy, berhasil menambahkan medali emas untuk Bantalan, Kualifikasi, dan Eliminasi. Dari kelas 5, Mercy Shelomita, mempersembahkan medali emas Bantalan dan Mix Team serta medali perunggu Kualifikasi, bersama dengan Ethan Tedja yang meraih medali perak Bantalan dan perunggu di babak Kualifikasi serta Eliminasi. Kemudian, Matthew dan Declan siswa kela 4 SD berhasil meraih medali perunggu Bantalan.
Nathan Siswanto, siswa SMPK PENABUR Harapan Indah turut menyumbang medali emas Bantalan, Kualifikasi, dan Eliminasi, serta medali perunggu untuk Mix Team. Tak ketinggalan, Dylan siswa kelas 3 SD asal PENABUR Intercultural School Primary Kelapa Gading turut menyumbang medali emas Bantalan serta medali perunggu untuk babak Kualifikasi dan Eliminasi, lalu ada Mavrick teman Dylan yang berhasil membawa pulang medali perunggu Bantalan.
"Aku sudah suka panahan sejak kelas 2 SD dan selalu rutin berlatih lewat ekstrakurikuler panahan yang di fasilitasi oleh sekolah. Aku rutin berlatih bersama guru pelatih dan juga teman-teman lainnya yang ikut bergabung." ujar Dylan, siswa PENABUR Intercultural School Primary Kelapa Gading menuturkan.
Berbeda dengan Dylan, Mavrick mulai suka panahan saat duduk di kelas 3 SD dan terus melatih diri di sekolah maupun di rumah dengan menyediakan bantalan sendiri.
"Aku suka panahan karena olahraga yang bagus dan menyenangkan. Lewat panahan aku juga bisa mengikuti berbagai perlombaan serta membawa medali kemenangan." tutur Mavrick.
Jelang kompetisi Liga Ekskul Panahan 2 kemarin, Dylan mengaku intensitas berlatihnya bertambah dengan latihan teknik memanah bersama pelatih di sekolah dan terus diasah sesampainya di rumah. Baik Dylan maupun Mavrick, melakukan repetisi menembak sebanyak 50 hingga 100 anak panah dalam satu kali latihan.
"Selama berlatih untuk kompetisi, aku mengatur jadwal belajar untuk sekolah dan latihan panahan dengan baik. Kalau ada ujian ataupun tugas di sekolah biasanya aku mengerjakannya terlebih dulu, lalu setelah itu saat ada waktu kosong aku mulai berlatih panahan." ungkap Dylan.
"Kalau aku, biasanya latihan panahan sepulang dari les pelajaran." sambung Mavrick.
Jelang perlombaan baik Dylan maupun Mavrick, serta siswa dari SDK PENABUR Harapan Indah dan SMPK PENABUR Harapan Indah yang ikut bertanding merasa gugup dan semangat di waktu yang bersamaan.
"Gugup tentu ada, tetapi semangat ingin membuktikan kemampuan terbaik setelah latihan selama ini juga tak kalah besarnya." tutur Mavrick.
Saat bertanding Dylan maupun Mavrick menemukan kendala karena cuaca yang panas, tetapi itu dapat teratasi dengan menyeka keringat menggunakan handuk dingin dan tetap memfokuskan diri untuk bertanding.
Usai bertanding, sembilan siswa yang ikut berkompetisi merasa senang dan bersyukur kepada Tuhan karena berhasil membawa pulang banyak medali kemenangan meskipun sempat terkendala cuaca.
"Senang rasanya berhasil meraih medali dalam kompetisi ini. Kemenangan ini sekaligus membuktikan bahwa aku bisa mengalahkan ketakutanku sendiri, karena sebenarnya lawan terbesar dalam panahan itu bukan lawan kita, tetapi diri kita sendiri." ucap Dylan.
Selanjutnya, sembilan siswa yang berhasil meraih prestasi di ajang ini akan melaju ke kompetisi Jakarta Utara Open Archery Championship 2026. Berbagai persiapan telah dilakukan untuk mematangkan diri melaju berkompetisi, "Aku terus melatih diri dengan melakukan teknik memanah baik di sekolah maupun di rumah, serta tetap fokus menembak target dan selalu menghitung poin di scoring book." ungkap Dylan.
Dylan dan Mavrick berpendapat, menjadi atlet panahan cilik memberikan manfaat bagi kehidupan mereka sehari-hari, "Kita bisa belajar banyak hal, seperti berhitung, disiplin, fokus, dan menjadi lebih sabar."
Bagi teman-teman yang ingin mencoba olahraga panahan, Dylan dan Mavrick memiliki pesan khusus, "Kamu harus fokus dalam memanah target dan jangan banyak bercanda ketika berada di shooting line. Jika sudah, jangan lupa mundur dan berbelok. Kedisiplinan dan fokus menjadi kunci utama, terutama buat kamu yang ingin serius menjadi atlet panahan."
Kesembilan atlet panahan cilik telah membuktikan diri bahwa mereka adalah siswa BPK PENABUR Jakarta yang BEST. Be Tough, memiliki jati diri, spiritualitas, dan karakter Kristiani yang utuh dan tangguh. Excel Worldwide, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki jiwa kepemimpinan untuk tujuan positif. Share with Society, menghargai kemajemukan dan memiliki kepedulian sosial. Trust in God, mengandalkan Tuhan serta menunjukan sikap takut akan Tuhan dalam kehidupan keluarga, sekolah, gereja, dan masyarakat.
Informasi selengkapnya mengenai SDK PENABUR Harapan Indah, SMPK PENABUR Harapan Indah, dan PENABUR Intercultural School Primary Kelapa Gading dapat klik tautan berikut ini
https://psbjakarta.bpkpenabur.or.id
Atlet Cilik BPK PENABUR Jakarta Kembali Borong Puluhan Medali di Kompetisi Panahan
Jakarta -