Yayasan UKI Lantik Prof. Angel Damayanti Jadi Rektor 2026-2030


Story by Universitas Kristen Indonesia

Sabtu, 14 Feb 2026 09:38 WIB
Yayasan Universitas Kristen Indonesia (YUKI) resmi melantik Prof. Angel Damayanti, S.IP., M.Si., M.Sc., Ph.D. sebagai Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI)
Foto Dok: Yayasan Universitas Kristen Indonesia (YUKI)
Jakarta -

Yayasan Universitas Kristen Indonesia (YUKI) secara resmi melantik Prof. Angel Damayanti, S.IP., M.Si., M.Sc., Ph.D., sebagai Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) periode 2026-2030.

Pelantikan tersebut dilakukan oleh Ketua Pengurus Yayasan UKI, Dr. David Maruhum Lumban Tobing, S.H., M.Kn., dalam prosesi resmi di Auditorium Grha William Soerjadjaya UKI, Jumat, 13 Februari 2026.

Sebagai akademisi perempuan dengan rekam jejak nasional dan internasional, Prof. Angel dikenal luas melalui kontribusinya dalam isu keamanan global, kebijakan publik, dan hubungan internasional. Ia pernah menjadi Panelis Debat Capres Ketiga Tahun 2024 bidang pertahanan dan keamanan, serta aktif sebagai Analis Utama dan Reviewer pada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Selain mengajar di Program Studi Hubungan Internasional UKI, Prof. Angel juga menjadi dosen pada Program Doktoral Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK/PTIK) dan Program Magister Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN).

Ia kerap menjadi narasumber di berbagai kementerian dan forum diplomatik, antara lain Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Kepolisian Republik Indonesia, Badan Intelijen Negara, serta forum yang melibatkan Kedutaan Besar Amerika Serikat, India, dan Tiongkok.

Prof. Angel juga merupakan alumni Program Studi Hubungan Internasional UKI. Perjalanan akademiknya dari mahasiswa, dosen, dekan, hingga Guru Besar dan kini Rektor mencerminkan kesinambungan nilai dan tradisi akademik UKI serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni bahwa UKI adalah ruang pertumbuhan dan kaderisasi pemimpin.

Dalam pidato perdananya, Prof. Angel menegaskan bahwa kepemimpinan ini bukan sekadar kehormatan, melainkan panggilan pelayanan sesuai motto UKI, "Melayani, bukan dilayani."

Menghadapi perubahan teknologi yang sangat cepat, perkembangan kecerdasan buatan (AI), tantangan menjaga integritas dalam dunia pendidikan, serta persaingan perguruan tinggi di tingkat nasional dan internasional, UKI meluncurkan visi operasional UKI EMAS (Empowerment, Meaningful, Agile, Sustainable) sebagai arah pengembangan kampus untuk periode 2026-2030.

"UKI tidak hanya mengejar peringkat, tetapi makna," tegasnya. Ke depan, UKI akan memprioritaskan penguatan kualitas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa; menghadirkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang memberi manfaat nyata; mempercepat pemanfaatan teknologi digital secara bertanggung jawab; serta membangun kampus yang berkelanjutan, baik secara akademik, keuangan, maupun kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep eco-smart campus.

Sebagai perguruan tinggi yang telah berdiri lebih dari tujuh dekade, UKI terus menunjukkan komitmennya dalam peningkatan mutu akademik, penguatan tata kelola, serta perluasan jejaring nasional dan internasional.

Berbagai program studi UKI telah meraih akreditasi unggul dan baik sekali, didukung oleh dosen bergelar doktor dan profesor yang aktif dalam publikasi internasional, riset kolaboratif, serta kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha dan industri, serta lembaga global.

Melalui tridharma perguruan tinggi, UKI secara konsisten berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan, berkarakter, dan berdampak nyata bagi gereja, bangsa, dan dunia.

Kepemimpinan Prof. Angel Damayanti diharapkan menandai babak baru dalam perjalanan UKI, dengan semangat melanjutkan berbagai capaian baik yang telah dirintis sebelumnya sekaligus membangun langkah-langkah yang lebih kuat dan relevan untuk masa depan.

Dengan kepemimpinan yang berpijak pada nilai Kristiani dan komitmen kebangsaan, Universitas Kristen Indonesia optimistis akan semakin memperkuat posisinya sebagai kampus unggul, berkarakter, dan berdampak di tingkat nasional maupun internasional.