Modifikasi Motor Jadi Bagian Ekonomi Kreatif, Ini Peluang Bisnis di Baliknya


Minggu, 13 Sep 2026 16:30 WIB
Modifikasi motor membuka peluang usaha baru bagi UMKM, dengan kualitas komponen dan komunitas sebagai faktor pendukung.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Mada
Jakarta -

Modifikasi motor kini masuk radar ekonomi kreatif nasional, bukan sekadar hobi anak muda di garasi rumah. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menyebut industri otomotif tanah air terus berkembang lewat aktivitas komunitas, modifikasi kendaraan, penyelenggaraan event, industri apparel, hingga produksi konten digital, yang bersama-sama menciptakan multiplier effect bagi perputaran ekonomi daerah. Fenomena ini membuka ruang usaha baru bagi pelaku UMKM di sektor bengkel variasi dan aksesoris kelistrikan motor.

Peluang ini turut ditangkap pelaku industri kelistrikan motor seperti PT Dynavolt Teknologi Indonesia lewat aki Nano-Gel yang dirancang untuk kebutuhan motor dengan beban variasi tinggi. Kehadiran produk yang secara spesifik menjawab kebutuhan segmen modifikasi ini menunjukkan bahwa rantai ekonomi kreatif otomotif tidak berhenti di komunitas dan event saja, tapi juga merambah ke industri pendukung seperti komponen kelistrikan.

Bagaimana Modifikasi Motor Membuka Lapangan Kerja Baru?

Setiap kegiatan komunitas modifikasi, dari kopdar hingga kontes motor, melibatkan banyak mata rantai usaha: bengkel variasi, toko aksesoris, konten kreator otomotif, penyelenggara event, hingga produsen apparel bertema motor. Semakin ramai komunitas di suatu daerah, semakin besar potensi perputaran ekonomi lokal yang tercipta dari transaksi jasa dan produk pendukung modifikasi.

Apa Peran UMKM Bengkel Variasi dalam Rantai Ekonomi Ini?

Bengkel variasi skala kecil dan menengah menjadi simpul penting karena berhadapan langsung dengan konsumen yang ingin menambah lampu BiLED, projie, atau aksesoris kelistrikan lain. Kualitas komponen yang dipasang, termasuk aki dengan Cold Cranking Ampere memadai dan self-discharge rendah seperti pada aki Nano-Gel Dynavolt, menentukan apakah hasil pemasangan variasi bisa bertahan lama. Bengkel yang mampu memberi rekomendasi komponen tepat punya nilai jual lebih dibanding yang sekadar memasang aksesoris tanpa perhitungan teknis.

Ke Mana Arah Ekonomi Kreatif Otomotif Indonesia?

Kementerian Ekonomi Kreatif menargetkan puluhan juta lapangan kerja baru dari sektor ekonomi kreatif dalam beberapa tahun mendatang, dengan kontribusi PDB yang terus diproyeksikan naik. Sektor otomotif, termasuk ekosistem modifikasi dan aftermarket, berpeluang jadi salah satu penopang target tersebut selama pelaku usaha di dalamnya terus menjaga kualitas layanan dan komponen.

Pertumbuhan komunitas modifikasi motor yang beriringan dengan penguatan kualitas komponen pendukung membuka jalan bagi pelaku UMKM otomotif untuk naik kelas, bukan hanya bertahan sebagai usaha musiman.

Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.

(srz/srz)