Susah Cari Bahan Baku Impor? Ini Cara UMKM Akses Produk Global


Jumat, 28 Aug 2026 19:24 WIB
UMKM bisa lebih mudah mendapatkan bahan baku dari marketplace internasional lewat JasaBelanjaOnline tanpa kartu kredit.
Foto: Getty Images/David Gyung
Jakarta -

Kebutuhan pelaku usaha terhadap bahan baku, alat kerja, atau komponen spesifik yang tidak tersedia di pasar domestik menjadi tantangan tersendiri bagi UMKM Indonesia. Data Badan Pusat Statistik mencatat nilai impor nasional pada Juni 2026 mencapai US$25,91 miliar, naik 34,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan ketergantungan pada pasokan luar negeri masih tinggi di berbagai sektor usaha.

Sebagian pelaku usaha kecil bisa menemukan barang yang mereka butuhkan di marketplace luar negeri seperti Amazon, eBay, atau AliExpress. Masalahnya, tidak semua toko melayani pengiriman ke Indonesia, metode pembayaran internasional sering menjadi hambatan, dan proses bea cukai terasa rumit bagi yang belum terbiasa. Kondisi ini membuat banyak pelaku usaha akhirnya mengurungkan niat mencari produk yang berpotensi mendongkrak kualitas atau efisiensi bisnis mereka.
Layanan seperti JasaBelanjaOnline hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut. Melalui skema jasa titip dari berbagai marketplace internasional, pelaku usaha bisa memesan barang tanpa harus memiliki kartu kredit atau akun PayPal, karena proses pembelian dan pembayaran ditangani penyedia jasa hingga barang sampai di Indonesia.

Kenapa Sourcing Lintas Negara Penting bagi Daya Saing UMKM?

Produk niche seperti komponen elektronik khusus, alat produksi skala kecil, atau bahan baku dengan spesifikasi tertentu kerap hanya tersedia di pasar luar negeri. Ketergantungan pada distributor lokal yang menjual dengan markup tinggi bisa menggerus margin usaha kecil, terutama bagi usaha rintisan yang masih menghitung setiap komponen biaya produksi secara ketat. Akses langsung ke marketplace internasional membuka peluang bagi UMKM untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif sekaligus variasi produk yang lebih luas dibandingkan hanya mengandalkan pemasok domestik.

Bagaimana Skema Forwarding Membantu Efisiensi Pengiriman?

Salah satu tantangan belanja lintas negara adalah toko yang tidak mengirim langsung ke Indonesia. Melalui skema World Forwarding, barang dari berbagai toko di Amerika Serikat dapat dikirim terlebih dahulu ke gudang penyedia jasa, digabung menjadi satu paket, lalu diteruskan ke alamat penerima. Cara ini membuat proses logistik lebih praktis, terutama bagi pelaku usaha yang membeli beberapa item sekaligus dari toko berbeda untuk kebutuhan operasional mereka, sehingga tidak perlu membayar ongkos kirim internasional secara terpisah untuk setiap paket.

Apa yang Perlu Diperhitungkan Selain Harga Barang?

Total biaya berbelanja dari luar negeri tidak berhenti pada harga produk. Komponen biaya jasa, asuransi pengiriman, ongkos kirim domestik, serta pajak dan bea masuk turut memengaruhi total pengeluaran. Memahami struktur biaya ini sejak awal membantu pelaku usaha menghitung kelayakan sebelum memutuskan membeli barang dari luar negeri, sehingga keputusan sourcing tetap rasional secara bisnis dan tidak hanya berpatokan pada harga yang tertera di etalase marketplace.

Ketergantungan pelaku usaha Indonesia pada produk dan komponen dari luar negeri kemungkinan akan terus berlanjut, seiring pertumbuhan sektor manufaktur skala kecil dan kebutuhan diversifikasi produk. Kemudahan akses ke marketplace global melalui jasa perantara yang tepercaya bisa menjadi salah satu faktor yang menentukan daya saing UMKM di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka, sekaligus membuka opsi sourcing yang lebih fleksibel dibandingkan hanya bergantung pada satu jalur distribusi.

Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.

(srz/srz)