Kenapa Kuliner Budaya Asing Jadi Peluang Bisnis bagi UMKM Indonesia?


Kamis, 09 Jul 2026 21:00 WIB
Sektor akomodasi dan kuliner di Indonesia tumbuh pesat, dengan minat terhadap kuliner Jepang meningkat. UMKM dapat memanfaatkan tren ini untuk inovasi.
Foto: Dok : Archipelaho
Jakarta -

Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum kini menempati posisi kedua UMKM terbesar di Indonesia dengan 6,41 juta unit usaha per akhir 2025, naik sekitar 8,42 ribu unit dibanding tahun sebelumnya menurut pembaruan data SIDT-UMKM. Kenaikan ini berjalan beriringan dengan tren konsumsi yang terus bergeser, di mana masyarakat kian terbuka pada pengalaman kuliner lintas budaya sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari, bukan sekadar hiburan sesekali.


Pola ini terlihat jelas pada masakan Jepang. Minat masyarakat Indonesia terhadap kuliner dan budaya Jepang tercatat terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu indikasinya terlihat dari data kunjungan wisatawan Indonesia ke Jepang yang mencapai 558.900 orang sepanjang Januari hingga November 2025, naik 26,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menurut laporan Japan National Tourism Organization. Angka ini masih membutuhkan verifikasi lanjutan karena diperoleh dari pemberitaan media, bukan rilis resmi lembaga terkait, namun cukup menggambarkan arah minat konsumen yang terus menguat.


Sejumlah pelaku industri hospitality mulai merespons tren ini lewat program tematik. Salah satu contohnya terlihat pada inisiatif jaringan hotel Archipelago Hotels yang menghadirkan seri kuliner street food Jepang di ratusan unit hotelnya secara nasional, sebagai bagian dari strategi menghadirkan pengalaman budaya yang lebih dekat dengan tamu domestik.


Apa yang Membuat Kuliner Budaya Asing Selalu Diminati Konsumen Indonesia?


Rasa ingin tahu terhadap budaya lain menjadi salah satu pendorong utama konsumsi kuliner lintas negara. Konsumen, terutama generasi muda, memandang makanan sebagai cara mengenal budaya tanpa harus bepergian jauh, melampaui fungsinya sekadar kebutuhan pokok. Format street food menjadi pilihan yang efektif karena porsinya ringkas, harganya terjangkau, dan mudah dibagikan di media sosial sehingga viralitasnya cepat menyebar.


Media sosial mempercepat siklus ini. Sebuah menu baru bisa dikenal luas hanya dalam hitungan minggu, mendorong konsumen untuk segera mencoba sebelum tren berganti. Kondisi ini menciptakan permintaan yang terus bergerak, memberi ruang bagi pelaku usaha yang jeli membaca arah selera pasar.


Bagaimana UMKM Bisa Mengambil Peluang dari Tren Ini?


Pelaku UMKM tidak perlu menunggu modal besar untuk masuk ke tren kuliner lintas budaya. Adaptasi menu dengan sentuhan lokal, seperti memadukan cita rasa asing dengan bahan baku yang mudah didapat di pasar domestik, menjadi langkah awal yang realistis. Kolaborasi dengan pelaku usaha lain, termasuk sektor hospitality atau ritel, juga membuka akses ke audiens yang lebih luas tanpa harus membangun basis pelanggan dari nol.


Konsistensi rasa dan kualitas penyajian tetap menjadi faktor penentu keberlanjutan usaha. Tren membuka pintu masuk, tetapi kemampuan menjaga standar produk yang menentukan apakah pelanggan akan kembali setelah rasa penasaran awal mereda.


Skala usaha pun tidak perlu besar untuk mulai bereksperimen. Pedagang kaki lima hingga kedai rumahan yang mengadaptasi satu atau dua menu bercita rasa asing sering kali sudah cukup untuk menarik perhatian pasar baru, terutama jika dikemas dengan cerita yang relevan bagi konsumen lokal.


Apa Implikasi Jangka Panjang bagi Ekonomi Kuliner Nasional?


Pertumbuhan unit usaha di sektor akomodasi dan makan minum menunjukkan bahwa kuliner tetap menjadi salah satu pintu masuk paling stabil bagi pelaku usaha baru di Indonesia. Ketika tren kuliner lintas budaya terus berkembang, ruang inovasi bagi UMKM juga ikut melebar, mulai dari diversifikasi produk hingga peluang kemitraan lintas sektor. Bagi pelaku usaha yang mampu mengelola tren ini secara strategis, dampaknya mencakup penjualan jangka pendek sekaligus penguatan daya saing dalam jangka panjang.


Tren kuliner lintas budaya akan terus datang silih berganti, dan setiap gelombang baru selalu membawa peluang bagi pelaku usaha yang siap beradaptasi. Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.

(kep/kep)