Ketika Hotel dan Wisata Edukasi Bersinergi, Ini Peluang Bisnis Bagi UMKM


Kamis, 09 Jul 2026 19:52 WIB
Jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 417,06 juta pada 2026. Kolaborasi lintas sektor dan model edutainment jadi kunci menarik wisatawan keluarga.
Foto: Dok: Aston Bogor
Jakarta -

Jumlah perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari hingga April 2026 tercatat mencapai 417,06 juta perjalanan, naik 1,48 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menurut catatan BPS. Momentum ini paling terasa saat liburan sekolah, ketika keluarga mengalokasikan waktu dan anggaran lebih besar untuk perjalanan yang direncanakan matang, mulai dari akomodasi, kuliner, hingga aktivitas wisata anak.


Kenapa Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Strategi Ampuh Menjaring Wisatawan Keluarga?


Pelaku usaha akomodasi kini semakin sadar bahwa keluarga tidak lagi memilih tempat menginap semata dari fasilitas kamar. Pengalaman yang menyatu dengan destinasi wisata di sekitarnya menjadi pertimbangan utama. Kolaborasi antara Aston Bogor Hotel & Resort dengan Taman Safari Indonesia Bogor, yang menghadirkan sesi edukasi satwa bagi tamu keluarga selama musim liburan sekolah, adalah contoh nyata bagaimana sinergi antar pelaku usaha pariwisata bisa menciptakan nilai tambah tanpa harus membangun fasilitas baru dari nol.


Model kolaborasi semacam ini relevan diadopsi pelaku usaha skala kecil dan menengah. Pengelola homestay, penginapan butik, atau operator wisata lokal bisa menjalin kemitraan serupa dengan destinasi edukasi terdekat, baik itu kebun binatang mini, sentra kerajinan, maupun kampung wisata. Biaya kolaborasi jauh lebih ringan dibanding investasi membangun atraksi sendiri, sementara dampaknya terhadap loyalitas pelanggan cukup signifikan.

Bagaimana Model Bisnis Edutainment Membuka Ruang Bagi UMKM Pariwisata?


Ekonomi berbasis waktu luang atau leisure economy tercatat berkontribusi sekitar 4,8 persen terhadap PDB nasional berdasarkan data BPS, sebuah angka yang perlu verifikasi lebih lanjut namun menggambarkan skala aktivitas ekonomi yang bergerak setiap kali masyarakat berlibur. Dalam ekosistem ini, jasa olahraga dan rekreasi tercatat menyumbang nilai tambah bruto hingga puluhan triliun rupiah, sebuah indikasi bahwa sektor pendukung wisata masih punya ruang tumbuh yang luas.


UMKM yang bergerak di jasa persewaan alat outdoor, transportasi wisata, fotografi, hingga produk oleh-oleh lokal berpeluang ikut menikmati arus wisatawan yang datang berkat kolaborasi semacam ini. Ketika hotel dan destinasi wisata bekerja sama menghadirkan program edukasi anak, dampaknya menyebar hingga ke pelaku usaha kecil di sekitar kawasan tersebut yang menyediakan kebutuhan pendukung perjalanan keluarga.


Beberapa subsektor pendukung pariwisata tercatat masih memiliki ruang yang belum sepenuhnya tergarap. Jasa persewaan kendaraan wisata dan jasa agen perjalanan lokal, misalnya, masing-masing menyumbang nilai tambah bruto yang cukup besar terhadap perekonomian daerah tujuan wisata, meski angka pastinya masih memerlukan verifikasi lebih lanjut sebelum dijadikan acuan pengambilan keputusan bisnis. Pola perjalanan wisatawan domestik yang mayoritas masih dilakukan di dalam provinsi asal turut membuka peluang bagi UMKM lokal untuk menjangkau konsumen tanpa harus bersaing dengan pemain skala nasional.


Apa Implikasi Jangka Panjang Tren Ini Bagi Ekonomi Pariwisata Nasional?


Preferensi keluarga terhadap wisata yang mengandung unsur edukasi diperkirakan terus menguat, sejalan dengan kampanye pemerintah yang mendorong wisata domestik jarak dekat namun bermakna. Bagi pelaku usaha, ini adalah sinyal untuk mulai memikirkan kemitraan lintas sektor sebagai bagian dari strategi jangka panjang, bukan sekadar program musiman yang berhenti begitu liburan usai.


Tren ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk membangun diferensiasi tanpa harus bersaing lewat harga. Pengalaman yang berkesan dan bernilai edukatif punya daya tarik yang lebih tahan lama dibanding sekadar diskon, dan itu menjadi modal penting bagi keberlanjutan bisnis pariwisata keluarga di Indonesia.


Ingin mendapatkan insight menarik lainnya seputar bisnis, UMKM, dan tren ekonomi terkini? Kunjungi kanal FYB detikcom dan temukan berbagai perspektif yang bisa membantu mengembangkan strategi usaha Anda.

(kep/kep)