Dari Reguler hingga VVIP, Pahami Proses Pembentukan Tiering Customer


Selasa, 30 Dec 2025 18:10 WIB
Dalam persaingan bisnis, sistem tiering customer efektif membangun loyalitas jangka panjang dengan memanfaatkan hubungan emosional dan pengakuan sosial.
Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Dalam persaingan bisnis yang semakin padat, brand tidak lagi cukup mengandalkan promo jangka pendek untuk mempertahankan pelanggan.

Strategi yang berkelanjutan kini bertumpu pada hubungan emosional dan rasa keterikatan jangka panjang. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif adalah sistem tiering customer, mulai dari level dasar hingga VIP dan VVIP.

Sistem ini tidak sekadar mengelompokkan pelanggan berdasarkan transaksi, tetapi dirancang untuk memengaruhi cara Anda memandang brand, status, dan posisi diri dalam ekosistem layanan yang ditawarkan.

Fondasi Psikologis di Balik Sistem Tiering Customer

Strategi tiering bekerja dengan memanfaatkan kebutuhan manusia akan penghargaan dan pengakuan sosial. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, seseorang secara alami mencari validasi atas pencapaiannya.

Ketika Anda mencapai tier Gold atau Platinum, yang dirasakan bukan hanya tambahan fasilitas, tetapi pengakuan bahwa Anda berada di level tertentu.

Prinsip kelangkaan memperkuat efek ini. Semakin terbatas jumlah anggota dalam suatu tier, semakin tinggi nilai simboliknya. Status tersebut kemudian melekat pada identitas sosial Anda, bukan sekadar pada akun keanggotaan.

Mekanisme Perilaku yang Mendorong Loyalitas dan Spending

Di balik sistem tiering, terdapat beberapa mekanisme psikologis yang bekerja secara konsisten:

  • Loss aversion, di mana kehilangan status terasa lebih menyakitkan dibandingkan manfaat saat naik level
  • Sunk cost effect, yang membuat Anda cenderung terus bertransaksi karena sudah menginvestasikan waktu dan biaya
  • Gamification, melalui poin, progres bar, dan target tertentu yang memicu dorongan untuk menyelesaikan pencapaian

Mekanisme ini membuat aktivitas transaksi terasa sebagai bagian dari perjalanan, bukan sekadar kewajiban finansial.

Dinamika Sosial dan Status Signaling

Tiering customer juga berfungsi sebagai alat penanda status sosial. Akses jalur prioritas, lounge eksklusif, atau sapaan khusus dari layanan pelanggan menjadi simbol yang terlihat oleh orang lain. Nilai utamanya terletak pada pengakuan sosial yang menyertainya.

Rasa menjadi bagian dari kelompok tertentu memperkuat ikatan emosional dengan brand. Pada tahap ini, loyalitas tidak lagi bersifat rasional, melainkan sosial dan simbolik.

Struktur Tiering dari Reguler hingga VVIP

Sebagian besar brand menerapkan struktur bertingkat yang relatif seragam dan mudah dipahami:

  • Tier Dasar
    Berfungsi sebagai pintu masuk yang ringan dan mendorong onboarding pelanggan.
  • Tier Menengah
    Dirancang agar dapat dicapai dengan usaha moderat sehingga pelanggan merasa progresnya nyata
  • Tier Premium
    Membutuhkan komitmen lebih besar dan menawarkan manfaat yang mulai terasa signifikan
  • Tier VIP
    Bersifat eksklusif dengan layanan personal dan pendekatan relasional
  • Tier VVIP
    Berada di puncak dengan akses sangat terbatas, sering kali berbasis undangan dan seleksi khusus

Struktur ini menciptakan perjalanan aspiratif yang mendorong Anda untuk terus meningkatkan keterlibatan tanpa tekanan yang terasa berlebihan.

Biasanya, kategorisasi konsumen dilihat dari kriteria nilai transaksi, tetapi cara brand melakukan seleksi. Pada level ini, kriteria umumnya meliputi:

  • Total dan konsistensi spending
  • Frekuensi serta durasi keanggotaan
  • Kualitas interaksi dan perilaku pelanggan

Akses berbasis undangan memperkuat persepsi bahwa tier tertinggi tidak bisa diraih secara instan. Proses seleksi itu sendiri menjadi bagian dari pengalaman eksklusif yang meningkatkan nilai psikologisnya.

Evolusi Benefit dari Fungsional ke Emosional

Manfaat dalam sistem tiering berkembang secara kualitas, bukan sekadar jumlah:

  1. Tier reguler menawarkan benefit transaksional seperti diskon dan poin
  2. Tier premium mulai memberikan kenyamanan dan efisiensi waktu
  3. Tier VIP menghadirkan layanan personal dan fleksibilitas
  4. Tier VVIP menitikberatkan pengalaman emosional, simbolik, dan akses yang tidak tersedia untuk publik

Menariknya, benefit VVIP sering kali tidak diumumkan secara terbuka, sehingga nilai persepsinya terasa tanpa batas.

Pertimbangan Etis dalam Strategi Tiering Customer

Di balik efektivitasnya, sistem tiering menyimpan tantangan etis. Dorongan konsumsi berlebih, kesenjangan layanan, dan pengelolaan data pelanggan menjadi isu yang perlu diperhatikan.

Brand yang berkelanjutan perlu memastikan transparansi kriteria, manfaat yang sepadan, serta pendekatan manusiawi saat pelanggan mengalami penurunan tier.

Strategi tiering customer merupakan penerapan psikologi perilaku yang mampu membangun loyalitas jangka panjang secara efektif. Sistem ini bekerja karena menyentuh aspek emosional, sosial, dan identitas pelanggan.

Artotel Wanderlust menghadirkan program akhir tahun baru yang siap memanjakan pengunjung dengan sistem tiering, membuktikan eksistensi Artotel sebagai penyedia layanan yang berdedikasi.

VIP dan VVIP bukan sekadar label eksklusif, melainkan simbol hubungan yang lebih dalam antara brand dan pelanggan terbaiknya. Ketika dijalankan dengan nilai yang nyata dan etika yang kuat, tiering customer menjadi fondasi hubungan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.

Ketahui lebih banyak insight seputar bisnis hanya di kanal FYB detikcom! Berkolaborasi dengan FYB detikcom sekarang untuk perkenalkan bisnis ke jangkauan audiens yang lebih luas.

(Dita/kep)